Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kembangkan Literasi Baca dari Rumah
Orang tua mendampingi anak membaca buku cerita.

Kembangkan Literasi Baca dari Rumah

Kembangkan Literasi Baca dari Rumah

Tantangan hari ke-107

#TantanganGurusiana

Kemampuan literasi baca sangat dibutuhkan oleh setiap orang agar mampu beradaptasi dalam menjalani hidup di era yang semakin maju. Kemampuan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap pola hidupnya sehari-hari. Oleh karena itu, literasi baca perlu dikembangkan di mana saja termasuk di dalam lingkungan keluarga.

Rumah sebagai lingkungan pertama yang dikenal oleh anak-anak sangat tepat untuk mengenalkan literasi baca sejak dini. Apa yang dilakukan oleh orang tuanya di rumah akan mudah ditiru oleh anak. Tanpa banyak kata, contoh yang nyata justru akan lebih mengena dalam membiasakan aktivitas membaca dalam keluarga.

Keluarga yang literat tentu akan memiliki suatu pembiasaan yang berkaitan dengan berbagai kegiatan literasi. Tersedianya berbagai macam buku dan bahan bacaan, rak atau lemari buku serta ruang baca akan mencirikan bahwa dalam keluarga tersebut ada aktivitas literasi (baca). Apalagi jika ada satu ruang tersendiri yang dijadikan sebagai ruang perpustakaan keluarga.

Perpustakaan keluarga dapat menjadi salah satu alternatif untuk membiasakan anak-anak dan anggota keluarga dalam berliterasi baca. Perpustakaan keluarga juga dapat menjadi sumber belajar di lingkungan rumah. Orang tua bersama anak dapat memanfaatkan perpustakaan keluarga untuk mengembangkan gerakan literasi dari rumah.

Penataan buku-buku dan bahan bacaan yang menarik merupakan langkah tepat yang dapat dilakukan agar anak-anak merasa senang dan nyaman untuk memilih buku yang akan dibacanya. Pembelian buku-buku berjenjang juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak untuk membaca. Apalagi jika disertai kegiatan membaca bersama antara orang tua dan anak pada waktu-waktu tertentu, akan membuat suasana kebersamaan dalam berliterasi semakin terasa.

Sebagai figur teladan bagi anak-anaknya, peran orang tua dalam mengembangkan gerakan literasi dalam keluarga dapat ditunjukkan dengan memberinya contoh. Tak hanya memberikan contoh dalam membaca saja. Orang tua juga dapat memberikan contoh bagaimana cara memperlakukan buku-buku bacaan, merawat, dan menatanya kembali setelah dibaca.

Buku sebagai sumber ilmu perlu dirawat dan diperlakukan dengan baik. Tidak melipat halaman buku yang telah dibacanya dapat dibiasakan agar buku tidak mudah rusak. Membuka lembar demi lembar halaman buku secara hati-hati juga perlu dicontohkan. Apabila buku belum selesai dibaca seluruhnya dalam satu waktu, maka untuk membatasi halaman yang telah dibaca dapat menggunakan markah buku (bookmark) atau post it pembatas buku. Markah buku biasanya terbuat dari pita atau tali dan potongan kertas kecil yang dapat menempel pada buku namun ketika dilepas tidak mengakibatkan buku tersobek.

Banyak jenis pembatas buku yang dapat dipilih untuk membatasi halaman terakhir dari buku yang telah dĺibaca. Ada yang berupa jepitan, potongan kertas polos warna-warni, ada yang bermofif gambar bunga atau hewan, dan ada pula yang bermagnet. Penggunaan post it pembatas buku tersebut merupakan bagian dari perawatan buku bacaan

Orang tua yang telah membiasakan membaca buku dan merawatnya dengan baik, secara otomatis dapat menjadi cermin bagi anak-anaknya. Membaca buku dengan jarak yang normal dan cahaya yang cukup perlu ditanamkan pada anak-anak. Demikian juga dengan posisi membaca yang benar agar tidak mengganggu kesehatan dapat diarahkan. Membaca buku dengan duduk akan lebih baik daripada dengan tiduran.

Penambahan buku-buku bacaan yang bervariasi dapat diupayakan dengan membelinya di toko-toko buku. Alangkah bijaknya jika dalam sebuah keluarga juga mempunyai suatu anggaran tersendiri untuk membeli buku bacaan secara rutin atau berkala. Anak dapat dilibatkan untuk memilih sendiri ketika berbelanja buku. Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa di era digital ini berbagai sumber bacaan dapat diperoleh dari internet, namun sumber bacaan dari buku cetak tetap saja diperlukan.

Sesekali perlu ada kegiatan membaca bersama dalam keluarga. Orang tua dapat mendampingi anak-anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar sebagai bentuk motivasi dan kepedulian. Dengan demikian, gerakan literasi baca tidak hanya dapat dikembangkan di sekolah saja. Namun, di rumah pun anak-anak dapat mengembangkannya bersama orang tua dan anggota keluarga lainnya.

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post