Kolaborasi di Rumah Aja
Kolaborasi di Rumah Aja
Tantangan hari ke-108
#Lomba Menulis bulan Mei
#DiRumahAja
Pandemi Corona yang populer dengan sebutan Covid-19 hingga kini belum sirna. Segala aktivitas menjadi banyak yang terkendala. Tak terkecuali pada sektor pendidikan. Di satu sisi proses pembelajaran harus tetap berlangsung. Sementara di sisi lain anak-anak dan guru harus tetap di rumah aja. Bagaimana mereka harus belajar dan bekerja?
Belajar Bersama Orang Tua
Demi memutus mata rantai penularan Covid-19, Mendikbud Nadiem Makarim meluncurkan kebijakan belajar di rumah dan bekerja dari rumah. Kebijakan tersebut telah dilaksanakan hampir 2 (dua) bulan lamanya. Meski berada dalam situasi yang sulit akibat pandemi tersebut, proses pembelajaran tidak berarti harus berhenti.
Kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi pilihan. Pembelajaran dalam jaringan (daring) pun akhirnya dilakukan. Berbagai keluhan dan hambatan memang mulai bermunculan. Meski materi tak harus mengacu pada pencapaian target kurikulum yang telah ditetapkan, namun guru tetap harus mengupayakan berbagai cara agar materi pembelajaran tetap dapat tersampaikan. Melalui media elektronik seperti Whatsapp (WA), guru dapat memfasilitasi pembelajaran jarak jauh. Fokusnya pada pendidikan kecakapan hidup (life skills), literasi, pendidikan sikap/karakter, dan pola hidup sehat.
Penyampaian materi pembelajaran tersebut dapat dilakukan melalui group WA Paguyuban Kelas. Selanjutnya ditindaklanjuti oleh para orang tua dan anak-anak. Peran orang tua menjadi pendamping belajar bagi anak-anaknya. Pada materi kecakapan hidup (life skill), anak-anak bisa langsung mengalami sendiri sambil mempraktikannya. Dengan demikian, pembelajaran menjadi terasa lebih bermakna.
Anak-anak di daerah pedesaan dapat melakukan pembelajaran kecakapan hidup dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Misalkan saja menanam tanaman obat-obatan, merawat tanaman bunga, buah, dan sayuran, membantu orang tua memasak, membersihkan rumah, merapikan tempat tidur atau ruang tamu, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu, anak-anak juga dapat melakukan berbagai percobaan dengan panduan tugas dari guru. Dalam kegiatan tersebut orang tua dapat mendampinginya.
Kegiatan literasi dan mengikuti belajar di rumah lewat TVRI juga dapat dilakukan bersama orang tua. Terutama bagi anak-anak SD kelas bawah, secara umum mereka belum dapat dilepas begitu saja ketika belajar. Apalagi bagi anak-anak yang belum lancar membaca dan menulis jelas membutuhkan pendampingan dari orang tua. Oleh karena itu, belajar di rumah memang perlu melibatkan orang tua.
Bekerja dari Rumah
Aktivitas guru bekerja dari rumah bukan tanpa hambatan. Berbagai kesulitan dapat dialami ketika pembelajaran daring dilakukan. Borosnya kuota internet bagi guru dan orang tua serta sulitnya jangkauan sinyal saat pembelajaran daring sangat menghambat akses materi yang disampaikan oleh guru. Belum lagi keterbatasan orang tua dan anak didik yang tidak memiliki media komunikasi seperti laptop atau smartphone. Guru harus berpikir keras untuk menemukan cara agar pembelajaran dapat dinikmati oleh semua anak didiknya.
Tujuan diadakannya program belajar di rumah lewat TVRI adalah untuk melayani pembelajaran tanpa membedakan. Namun, kendala pesawat yang kadang tak bisa menyajikan tayangan dengan jelas tetap menjadi bahan pemikiran bagi guru. Guru tetap harus dapat memfasilitasi pembelajaran. Oleh karena itu, dengan bekerja dari rumah, guru dapat membuat sebuah rangkuman materi pelajaran.
Setelah itu, rangkuman dapat digandakan dan dibagikan pada anak-anak. Salah seorang pengurus Paguyuban Kelas dapat diajak berkolaborasi untuk menyampaikan informasi secara lisan pada mereka yang terkendala oleh sinyal atau pun kuota. Tugas yang bersifat praktik dan percobaan dapat dilakukan di rumah aja. Sedangkan tugas yang bersifat tertulis dapat dilaporkan dalam bentuk lembaran melalui WA.
Pembahasan materi atau hal-hal yang belum dipahami oleh anak-anak dapat dilakukan melalui group WA. Bagi yang tidak memiliki fasilitas tersebut dapat meminta bantuan pada teman yang terdekat. Meski demikian, protokol kesehatan tetap harus ditaati. Mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak saat berkomunikasi, dan memakai masker ketika harus keluar rumah tidak boleh diabaikan.
Kendal, **(censored)**
Penulis bernama Robingah, S.Pd.SD lahir di Banjarnegara, 21Januari 1970. Sejak tahun 1998 menjadi PNS dan sekarang mendapat tugas sebagai Kepala Sekolah di SDN Sukomangli, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Alamat e- mailnya **(censored)** dan nomor WA aktif **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
