Menunggu itu Perlu Kesabaran
Menunggu itu Perlu Kesabaran
Tantangan hari ke-130
#TantanganGurusiana 365 hari
Menunggu? Ya, sudahlah tidak apa-apa. Begitu kira-kira jawaban yang lebih sering kita keluarkan pada saat kita harus menunggu sesuatu.
Aktivitas menunggu memang bukan aktivitas yang terlalu menyenangkan. Bahkan kadang-kadang menimbulkan kejenuhan, kegelisahan, dan kemalasan. Lebih jauh lagi, karena terlalu lama menunggu kadang juga bisa memunculkan kesedihan. Akhirnya tak lagi ada harapan alias putus asa.
Menunggu sesuatu yang diharapkan mungkin ada yang cukup sebentar saja tetapi tidak menutup kemungkinan sebaliknya. Hal yang ditunggu-tunggu membutuhkan waktu teramat lama untuk mendapatkannya. Ketika harus menunggu, memang membutuhkan kesabaran. Namun, kesabaran itu tentu saja ada batasnya.
Menunggu sesuatu yang sudah dapat dipastikan kehadirannya itu masih terasa enjoy untuk dilakukan. Antre pun tak begitu menyedihkan. Misalkan saja ketika kita harus antre dalam transaksi pembayaran atau pembelian suatu barang. Atau menunggu waktu untuk melakukan suatu kegiatan dan pertemuan. Hal itu dapat dipastikan bahwa apa yang kita harapkan akan dapat dilaksanakan.
Menunggu atau antre yang berkepanjangan bisa terjadi di tempat-tempat pelayanan umum. Tidak hanya di pasar, rumah sakit, rumah makan, SPBU, bank, bandara atau di jalan raya saja. Kadang-kadang hanya sekedar buang hajat saja juga harus antre cukup lama. Lapar dan haus mungkin masih dapat ditahan manakala seseorang harus menunggu. Coba bayangkan jika buang hajat pun harus menunggu antrean panjang.
Kebiasaan menunggu sesuai giliran perlu dibiasakan sejak kecil. Meski pun rasanya tidak enak ketika kita harus menunggu lama, berpikir positif itu akan membantu mengurangi kegelisahan apabila giliran belum sampai pada diri kita. Bahkan tidak mustahil, dalam kondisi tertentu kita harus rela mendahulukan orang lain yang benar-benar perlu didahulukan.
Siapa yang tidak akan merasa senang jika dalam antrean bisa mendapatkan giliran lebih dahulu daripada yang lainnya. Itu artinya waktu menunggu tak selama ketika kita harus mendapat giliran akhir. Untuk mendapatkan pelayanan yang lebih dulu tentu saja disesuaikan dengan kedatangannya yang juga lebih dulu. Atau mungkin disesuaikan dengan nomor antre yang diperolehnya.
Banyak hal dapat dilakukan seseorang pada saat harus menunggu sesuatu. Jika memungkinkan untuk duduk, ngobrol, membaca atau menuliskan sesuatu itu terserah pilihan masing-masing orang. Bahkan menunggu sambil mengantuk pun tak ada yang melarangnya. Yang penting sesuaikan dengan waktu, tempat, dan situasi dan kondisinya agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.
Apa pun yang ditunggunya, kesabaran dan kesadaran adalah kuncinya. Apa lagi jika yang ditunggu-tunggu belum menunjukkan sebuah kepastian. Maka dua sikap itulah yang akan menjadi pengendalinya. Itu sebabnya, tak ada salahnya jika saat menunggu juga harus diselipkan doa agar apa yang kita tunggu bisa segera muncul. Termasuk saat-saat sekarang ini, ketika kita masih menunggu pandemi covid-19 agar segera hilang.
Di sela-sela menunggu pandemi covid-19 yang belum tahu sampai kapan batas waktu berakhirnya, kita perlu berpikir positif meski rasa jenuh benar-benar sudah sampai pada puncaknya. Bersabar, berdoa, dan berusaha untuk tetap menaati peraturan pemerintah menjadi kunci penting pada saat ini. Ikuti protokol kesehatan di setiap waktu dan tempat.
Beruntung teknologi informasi dan komunikasi semakin memudahkan kita untuk terus berkarya. Sambil menunggu pandemi covid-19 sirna, aktivitas keseharian ternyata masih bisa tetap dilakukan walau di rumah saja. Mengharap hasil yang sempurna? Tentu saja plus dan minus suatu cara jelas ada. Kita ambil sisi positifnya saja daripada menunggu tanpa melakukan aktivitas tertentu.
Kendal, 27-05-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan