Rindu Terkumpul dalam Buku
Rindu Terkumpul dalam Buku
Tantangan hari ke-123
#TantanganGurusiana 365
Rindu? Siapa pun orangnya dapat merasakan rindu pada sesuatu. Rasa rindu biasanya akan muncul ketika seseorang teringat akan sesuatu yang telah lama terjadi. Rindu dapat muncul sewaktu-waktu.
Banyak hal yang dapat menyebabkan rasa rindu muncul untuk kembali bertemu. Namun, rasa rindu itu kadang muncul hanya sebatas mengenang suatu kejadian atau peristiwa saja. Rindu pada seseorang atau pada suatu kenangan dapat diungkapkan dengan berbagai cara.
Ungkapan rasa rindu dapat disampaikan dalam bentuk tulisan untuk kemudian dikumpulkan dalam sebuah buku antologi. Bersama 87 penulis yang tergabung dalam blog Gurusiana Media Guru Indonesia (MGI) diterbitkanlah sebuah buku dengan judul "Tasbih Senandung Rindu". Dipelopori oleh Ibu Edit Kadila, para penulis diajak untuk saling mengungkapkan rasa rindunya masing-masing dalam sebuah tulisan. Rasa rindu yang diungkapkan bersifat universal. Artinya tidak terbatas rasa rindu itu hanya pada seseorang saja.
Tak lebih dari sepuluh hari, teman-teman penulis berusaha untuk mengirimkan tulisannya untuk dikurasi oleh beliau. Dengan gesit dan cekatan, proses penerbitan pun segera diurusnya. Sebagai syarat penerimaan buku bagi para penulis, unggahan di Gurusiana menjadi buktinya.
Masing-masing penulis akan mendapatkan 3 (tiga) eksemplar buku. Lumayanlah dapat untuk menambah koleksi buku antologi. Setidaknya, tulisan-tulisan teman yang ikut tercantum di dalamnya dapat menambah perbendaharaan atau referensi bacaan.
Berkarya bersama dalam satu buku antologi ternyata menyenangkan. Apalagi para penulisnya berasal dari berbagai daerah yang berbeda. Rasa persatuan dan persaudaraan menjadi terjalin semakin erat. Tukar pengalaman dan berbagi kebaikan menjadi sebuah alasan untuk tetap berkarya. Menulis dan terus menulis itu yang akan dilakukan.
Rindu yang terkumpul dalam sebuah buku merupakan ungkapan yang mengharu biru. Rasa rindu yang terpendam karena terpisah oleh jarak dan waktu menjadi kekuatan tersendiri untuk menghadapi suatu ujian. Andai waktu dapat kembali berputar, maka rasa rindu mungkin akan segera terbayar. Namun, kekuatan untuk bertahan dalam kerinduan menjadi sebuah hikmah yang dapat menjadi penyemangat untuk menyongsong masa depan.
Rindu pada pada ibu, para guru, teman, anak didik, dan rindu-rindu pada yang lainnya terangkum dalam buku antologi tersebut. Masing-masing penulis mengungkapkan rasa rindunya dengan gaya tulisan masing-masing. Hal inilah yang akan menjadikan isi buku menjadi terasa lengkap dan enak untuk dibaca.
Semoga dengan lahirnya buku antologi tentang rindu ini benar-benar dapat dinikmati oleh para pembaca untuk menjadi pengobat rindu yang tertahan. Meski rindu ini tersekat oleh jarak dan waktu, namun bayang-bayang di kala itu tetap tersimpan rapi dalam lubuk hati. Meski tak lagi bisa bersua tetapi kebersamaan yang pernah terjalin akan selalu melekat dan selalu teringat.
Kendal, 20-05-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
