Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tangisan Si Kecil
Sumber gambar: pixabay.com

Tangisan Si Kecil

Tangisan Si Kecil

Tantangan hari ke-133

#TantanganGurusiana 365 hari

Entah mengapa hati ini selalu merasa tak tega jika mendengar si kecil menangis. Seolah selalu ada rasa iba menyelimut di hati. Apalagi jika ia menangis tak henti-henti.

Naluri seorang ibu tentu akan segera bertindak melakukan sesuatu ketika mendengar si kecil merengek atau menangis. Tangisan si kecil kadang mampu mengalahkan apa saja yang sedang dilakukan oleh si ibu. Tak pandang situasi atau waktu, seorang ibu tentu akan lebih mendahulukan si kecil agar segera berhenti dari menangis.

Bagi si kecil, menangis bisa jadi sebagai senjata yang ampuh untuk mendapatkan sesuatu. Terutama perhatian dari orang tuanya. Ketika tangis meledak, perhatian pun akan segera didapatkannya. Sekali pun hanya sekedar tangisan yang dibuat-buat bisa saja membuat hati si ibu merasa tak tega. Selain merupakan senjata, menangis juga merupakan bahasa isyarat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi ketika si kecil belum mampu berbicara.

Menangis bagi si kecil kadang merupakan pertanda lapar, haus, ngantuk, takut atau merasa risih dengan kotoran yang dikeluarkan. Suhu udara yang tidak nyaman karena terlalu panas atau terlalu dingin juga dapat memicu tangis si kecil. Apalagi jika ada sesuatu yang membuatnya merasa sakit. Tangisan biasanya akan terdengar dari mulutnya.

Tangisan yang keluar dari mulut si kecil tentu saja terdengar beda dengan jerit tangis dari orang-orang yang lebih dewasa. Kadang tangis si kecil hanya terdengar sekejap saja. Begitu perhatian ia dapatkan tangis pun akan segera berhenti. Bahkan bisa jadi tangis yang meronta berubah jadi senyuman atau tertawa.

Tangisan si kecil kadang ada yang tak kunjung mereda. Hal ini sering terjadi manakala apa yang diinginkannya belum kesampaian juga. Atau karena ada rasa sakit yang begitu menyiksa sehingga tangis pun justru terdengar terus hingga menguras air mata. Yang jelas, tangisan si kecil membuat hati ingin segera menenangkannya.

Tangisan yang berkepanjangan dapat menimbulkan rasa khawatir dan bingung orang tua. Jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi disela-sela tangisnya. Maka ada baiknya jika suatu ketika kita mendapati si kecil menangis tak henti-hentinya, kita perlu untuk segera mencari solusi. Memeriksakan ke dokter merupakan salah satu solusi yang tepat barangkali ada penyakit yang dideritanya. Namun, ada kalanya kondisi anak dinyatakan baik-baik saja tetapi tangisan terus saja terdengar.

Di daerah pedesaan tempat penulis tinggal, ketika ada si kecil yang menangis terus-terusan kadang dihubungkan dengan istilah sawanen atau demarenen. Dua istilah tersebut termasuk fakta atau mitos itu tergantung masing-masing pribadi dalam menanggapinya. Kadang-kadang anak kecil menangis terus menerus karena kecetit (syaraf terjepit) juga bisa terjadi.

Ketiga istilah tersebut (sawanen, demarenen, dan kecethit) tidak dipungkiri memang sering dijumpai pada anak-anak. Kedengarannya memang aneh dan tidak masuk akal. Akan tetapi memang seperti itulah sebuah kearifan lokal yang masih berkembang hingga sekarang.

Kecetit bisa saja dialami oleh siapa saja baik anak-anak atau orang tua. Rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari biasanya dapat diatasi dengan diurut atau dipijat. Lalu, bagaimana dengan sawanen atau demarenen?

Sawanen pada anak-anak biasanya dihubungkan dengan larangan yang telah dilanggar. Misalkan saja anak kecil yang diajak melayat. Menurut kepercayaan nenek moyang setempat, tidak seharusnya anak kecil diajak melayat. Jika dilanggar, bisa-bisa anak tersebut kena sawan. Akibatnya si anak bisa menangis secara terus menerus tanpa diketahui sebabnya.

Lain sawanen lain halnya dengan demarenen. Demarenen bagi masyarakat pedesaan di Jawa Tengah tempat penulis tinggal sering dikaitkan dengan kerabat yang sedang hamil. Jika ada anak kecil yang tiba-tiba menangis berkepanjangan tanpa sebab yang jelas, kadang-kadang orang tua segera mencari kerabatnya yang sedang hamil muda. Hal ini dipercaya bahwa tangisan si kecil merupakan pertanda penyambutan akan datangnya si jabang bayi dari kerabatnya.

Ketika kerabat datang dengan membawa selimut atau baju yang biasa dipakainya kemudian ditutupkannya untuk menghangatkan tubuh si kecil, selang sehari atau dua hari ternyata dapat menghentikan tangis si kecil. Sekali lagi, benar atau salahnya kepercayaan tentang sawanen dan demarenen tergantung masing-masing pribadi. Entah suatu kebetulan atau kebenaran, ketika cara-cara tradisional dilakukan ada juga yang membuat tangis si kecil terhentikan. Bagaimana dengan tangis si kecil di daerah Anda?

Kendal, 30-05-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post