Bermain Squishy di Rumah Mira
Bermain Squishy di Rumah Mira
Tantangan hari ke-176
#TantanganGurusiana 365 hari
Ratna dan Mira sama-sama duduk di kelas empat. Rumah mereka berdekatan. Hampir setiap hari mereka berangkat ke sekolah bersama dan bermain pun bersama. Ratna dan Mira bersahabat sejak kecil. Kadang-kadang keduanya bermain boneka, pasaran, dan juga bermain sekolah-sekolahan. Mereka sangat rukun dan tidak pernah bertengkar.
Hari ini hari Minggu. Seperti biasanya, Ratna bergantian bermain ke rumah Mira. Mira sangat senang. Dikeluarkanlah semua mainannya ketika Ratna datang. Selain boneka dan alat masak-masakan, Mira juga mempunyai banyak squishy. Ia sering membelinya ketika ikut ibunya ke pasar untuk berbelanja. Squishy adalah mainan lembut yang terbuat dari bahan spon atau busa yang dapat kembali ke bentuk semula meskipun telah diremas-remas.
Di pasar banyak toko mainan. Mira sangat gemar mengumpulkan squishy dengan berbagai bentuk. Namun, Mira kebanyakan membeli squishy yang berbentuk kue dan buah. Ada kue donat, lapis, bolu, dan burger. Kue-kue tersebut bentuk dan warnanya sangat mirip dengan kue aslinya. Ukurannya juga hampir sama dengan kue yang biasa dijual di toko roti dan kue.
Mira mengambil penampan dari dapur. Kemudian ditatalah kue-kue tersebut layaknya barang dagangan yang siap untuk dijual. Tatanan kuenya sangat rapi. Mira dan Ratna bermain di teras rumah bagian belakang. Sesekali mereka terdengar mengucapkan dialog layaknya seorang penjual dan pembeli kue.
Kue-kue di atas penampan siap dijual. Tiba-tiba terdengar suara Ifa memanggil-manggil Mira. Ifa ingin mengajak Mira untuk bermain sepeda. Mira menjadi bimbang. Ia memang sangat gemar bermain sepeda. Apalagi jika ada temannya, Mira sering lupa waktu untuk segera pulang.
Ifa menemui Mira yang sedang bermain bersama Ratna di teras belakang. Ifa tidak mau tahu. Ia ingin mengajak Mira untuk bermain sepeda. Mira pun semakin bimbang. Di satu sisi ia senang bermain bersama Ratna, namun di sisi lain ia juga tergiur dengan ajakan Ifa.
Ratna sedikit tersinggung karena Ifa hanya mengajak Mira untuk bermain sepeda. Ratna pun ingin berpamitan pada Mira untuk pulang. Ratna sangat sedih karena ia tidak diajak untuk bermain sepeda bersama. Mira tak ingin Ratna pulang begitu saja. Mira membujuk Ratna agar ia tidak merasa bersedih dan tidak terburu-buru untuk pulang.
Mira mengajak Ratna untuk ikut bersepeda bersama. Dibujuknya Ratna agar nanti ia membonceng Mira saja. Sepeda Ifa diletakkan di halaman rumah Mira. Mira tak ingin mengecewakan kedua sahabatnya. Maka, ia mengatakan pada Ratna dan Ifa untuk menunda bermain sepedanya nanti saja setelah bermain squishy.
"Ratna, Ifa, gemana kalau main sepedanya nanti saja setelah kita selesa bermain squishy ini?" usul Mira dengan nada penuh bersahabat. Ifa justru ingin segera bermain sepeda saat itu juga. Ifa beralasan kalau main sepedanya setelah bermain squishy maka akan kepanasan di jalan. Mira mengerti maksud Ifa tetapi ia juga tidak ingin menyakiti hati Ratna yang kebetulan sepedanya sedang rusak. Rantai sepeda Ratna putus kemarin dan belum sempat diperbaiki.
Ifa mengatakan agar Ratna tidak usah ikut saja. Mendengar ucapan Ifa, hati Ratna semakin sedih. "Mir, aku pulang saja ya," kata Ratna pada Mira. Mira tetap mencegahnya. Mira tak ingin sahabatnya sedih gara-gara sepeda.
Mira pun menasihati Ifa agar tidak menyinggung perasaan Ratna. Mira justru mengajak Ifa untuk ikut bermain squishy dulu bersama-sama. Akhirnya Ifa setuju untuk bermain sepeda nanti sore saja setelah pulang dari mengaji. Ratna pun setuju dan ia tidak jadi pulang. Mereka bermain squishy bertiga. Ifa dan Ratna pura-pura menjadi pembelinya dan Mira yang berperan sebagai penjualnya. Mereka sangat asyik bermain jual beli kue squishy dengan uang mainannya.
Hingga siang hari, Ratna, Mira, dan Ifa bermain squishy bersama. Mereka tak ingat lagi untuk bermain sepeda. Setelah terdengar suara azan Dzuhur berkumandang, barulah mereka berhenti bermain. Ratna dan Ifa segera berpamitan untuk pulang. Tak lupa mereka membereskan mainannya terlebih dahulu.
Ifa tampak kebingungan. Ternyata sepeda yang diletakkan di halaman rumah Mira tidak ada. Ifa mencarinya ke mana-mana. Ratna dan Mira ikut membantu mencarikan sepeda Ifa. Namun, tak segera ditemukannya juga. Ifa hampir menangis dan putus asa. Ifa takut kalau sepedanya hilang dan tidak ditemukan.
Kini, Mira bergantian membujuk Ifa untuk tetap sabar dan tenang. Ifa menuruti nasihat Mira. "E...lihat itu! Bukankah sepeda itu milikmu, Fa?" tanya Ratna sambil menunjuk Roni yang sedang naik sepeda menuju ke rumah Mira. "Iya betul, itu sepedaku," jawab Ifa dengan lega.
Roni tak tahu perasaan Ifa saat mengambil sepedanya. Tahunya ia hanya pinjam sebentar saja sehingga ia merasa tak perlu meminta ijin dulu pada Ifa. Melihat Ifa sedang berdiri di halaman rumah Mira, Roni segera mempercepat laju sepedanya sambil cengar-cengir tertawa tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Di depan Ifa, Roni segera menghentikan sepedanya. "Huuuu, pinjam sepeda gak bilang-bilang!" kata Ifa sambil sedikit marah ķarena kesal. Roni semakin terkekeh melihat raut wajah Ifa yang tampak judes. Melihat situasi tersebut, Mira segera menengahi keduanya. "Sudah, sudah, kalian tidak boleh bertengkar. Ron, lain kali jangan begitu dong. Kalau mau pinjam sepeda ya minta ijin dulu pada pemiliknya, jadi nggak bikin bingung."
Mendengar kata-kata Mira, Roni tak berani membantah. Ia pun segera menjawab, "Siap, Tuan Putri!" Mendengar jawaban Roni sambil mengangkat tangan kanan layaknya orang memberi hormat pada bendera, Ratna, Ifa, dan Mira akhirnya tertawa bersama. Roni juga segera meminta maaf pada Ifa. Kemudian ia pergi sambil berlari begitu saja. Hahahaha, begitulah dunia mereka.
Kendal, 12-07-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
