Bunga yang Terserak
Bunga yang Terserak
Tantangan hari ke-174
#TantanganGurusiana 365 hari
#Pentigraf (19)
Alya tak ingin mengecewakan Sandi. Kekasih hatinya itu memang telah lama pergi dan hingga kini tak kunjung memberinya kabar. Alya merasa sedih. Meski sudah ada setitik harapan dari Mas Hendi, namun Alya tak mungkin menanyakannya begitu saja. Alya juga tak ingin Mas Hendi tahu tentang kegelisahannya itu.
Kini, Mas Hendi semakin peduli pada Alya. Hampir tiap hari ia menanyakan kabar pada Alya lewat gawainya. Alya merasa semakin tersanjung. Alya bimbang apakah ia tetap akan menanti kabar dari Sandi atau melupakannya saja. Bukankah sekarang sudah ada Mas Hendi yang penuh perhatian padanya?
Sesuai kesepakatan, Mas Hendi pun menepati janjinya untuk datang ke rumah Aliya. Alya menjadi salah tingkah. Hatinya bergejolak tak menentu. Jantung pun berdegup tak seperti biasanya. Hati Alya serasa berbunga-bunga. Alya merasakan hal yang sama seperti saat Sandi menyatakan cintanya di kala itu. Pintu rumah diketuk. Ternyata benar Mas Hendi yang datang dengan kemeja batik berpadu celana hitam. Alya semakin salah tingkah. Rasa gugup begitu tampak dari sikapnya. Mas Hendi pun akhirnya menyampaikan maksud hatinya. "Alya, bisa bantu Mas Hendi gak ya mencarikan perempuan yang sudah dewasa untuk membantu istriku mengurus anak kembar?" Ups...Alya malah tersentak.
Kendal, 10-07-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
