Keinginan Hasna
Keinginan Hasna
Tantangan hari ke-175
#TantanganGurusiana 365 hari
Tak seperti biasanya, pagi ini Hasna tampak murung. Sehabis salat ia kembali masuk ke kamar tidur. Ada sesuatu yang dipendamnya dalam hati. Ia ingin menangis, namun ditahannya. Lalu ia menutupkan wajahnya di atas bantal.
Andai saja ibunya masih hidup, tentu Hasna tak akan sesedih ini. Ia tak tahu harus menyampaikan keinginannya pada siapa. Ia hanya teringat saat-saat dimanja oleh ibunya dulu. Bu Yati ibunya Hasna memang sangat menyayangi putrinya.
Hari Senin esok adalah hari pertama tahun pelajaran baru. Hasna sudah naik ke kelas 4. Buku-buku dan alat tulis lainnya sudah dibelinya beberapa hari yang lalu di toko alat tulis. Meski begitu, Hasna merasa ada sesuatu yang masih kurang. Selama ini, Hasna berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Jarak rumah dan sekolah Hasna memang cukup jauh. Teman-teman Hasna banyak yang diantar jemput oleh ibunya dengan naik sepeda motor.
Hasna tak berani menyampaikan keinginannya itu pada ayahnya. Hasna tahu betul kondisi keuangan orang tuanya yang tinggal satu itu. Lain dulu lain sekarang. Dulu kedua orang tua Hasna tak pernah kesulitan uang karena warung yang dikelola ayah dan ibunya sangat ramai dan banyak pembelinya. Sepeninggal ibunya, ternyata warung menjadi sangat sepi dan akhirnya tak ada yang membeli.
Ayah Hasna kini bekerja sebagai tukang sadap karet. Tiap hari ayah Hasna berangkat pagi-pagi sekali dan pulang menjelang matahari sepenggalah. Beruntung nenek Hasna masih hidup sehingga ia tidak sendirian di rumah saat ayahnya pergi bekerja.
Nenek Hasna merasa iba. Dihampirinya Hasna yang masih berada di kamar tidur. "Hasna, ayo bangun. Jangan malas ya!" Nenek membujuk Hasna dengan lembut. Hasna hanya menggelengkan kepalanya. Nenek semakin iba. Diusapnya rambut Hasna agar Hasna mau bicara. Namun, Hasna tetap saja diam sambil menelungkupkan wajahnya.
Nenek tak mau memaksa Hasna. Maka dibiarkannya Hasna tetap berada di tempat tidur. Nenek melanjutkan untuk memasak. Nenek tahu lauk kesukaan Hasna. Dibuatlah pepes jamur dan sayur gambas. Setelah selesai, kembali nenek menghampiri Hasna.
Nenek begitu terharu ketika masuk ke kamar Hasna, ternyata Hasna sedang mengusap-ngusap foto wajah ibunya yang diambilnya dari almari. Wajah Hasna tampak sedih sekali. Rupanya Hasna sangat rindu pada ibunya. Dulu ketika masih punya ibu, Hasna tak ragu-ragu menyampaikan keinginannya pada ibu.
Setelah ibunya meninggal dunia, maka Hasna lebih dekat dengan neneknya. "Nek, kapan ayah bisa membelikan HP ya?" tanya Hasna pada nenek. Mendengar pertanyaan Hasna, nenek sedikit tersentak dan hanya menghela nafas panjang. Nenek tahu persis penghasilan anaknya yang belum cukup untuk memenuhi keinginan Hasna.
Sebelum menjawab pertanyaan Hasna, nenek menghiburnya dengan mengajak Hasna untuk makan terlebih dahulu. Nenek berharap, setelah makan Hasna tidak akan bersedih lagi. Nenek akan menjawab pertanyaan Hasna setelah makan. Hasna menuruti ajakan nenek. Ternyata Hasna ingin dibelikan HP android agar dapat mengikuti pembelajaran dalam jaringan (daring) seperti teman-temannya.
Kendal, 11-07-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
