Kura-Kura dalam Bahaya
Kura-Kura dalam Bahaya
Tantangan hari ke-194
#TantanganGurusiana 365 hari
"Tolong...tolong...!" teriak kura-kura sangat ketakutan. Ia mendengar suara khas dari mulut seekor buaya ganas yang tampaknya sedang kelaparan dan berjemur di tepi laut. Wajah si kura-kura menjadi pucat pasi. Langkah kakinya terasa berat dan gemetar.
Sebenarnya si kura-kura dapat berlindung dengan aman di dalam cangkangnya. Namun, setelah beberapa jam lamanya ia berada di dalam cangkang ia merasa sangat tersiksa. Ia tidak ingin mengingkari janji pada sahabatnya.
Kura-kura mencoba untuk memberanikan diri mengeluarkan kepalanya. Diamatinya sekeliling tempat di tepi laut itu. Rupanya si buaya ganas itu belum pergi. Seperti biasanya, ketika sedang mengintai mangsanya si buaya berpura-pura tidur dengan mulut menganga cukup lebar. Kura-kura sungguh ketakutan. Apalagi dilihatnya gigi-gigi buaya yang sangat tajam seolah siap menerkam mangsanya.
Merasa sedikit aman, kura-kura segera melangkahkan kakinya. Rasanya ia ingin berjalan dengan cepat. Namun, apalah daya dengan kemampuannya yang ia miliki. Ia hanya bisa berjalan dengan perlahan untuk menghampiri si kepiting.
Sejak tadi kepiting menunggu-nunggu kedatangan sahabatnya yang satu ini. Kepiting dan kura-kura memang sudah lama bersahabat. Bahkan mereka bersahabat sejak kecil. Mereka merupakan sahabat yang akrab.
Sore itu keduanya telah sepakat untuk bermain bersama. Mereka ingin bermain pasir untuk membuat istana. Hal itu sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya. "Kamu yang datang ke tempatku ya, Ra," kata si kepiting pada kura-kura saat keduanya membuat kesepakatan. Kura-kura menyanggupinya.
Di samping memiliki kesamaan hobi dalam bermain, namun kura-kura dan kepiting juga memiliki banyak perbedaan. Meski begitu, dua sahabat ini tidak pernah mempermasalahkannya. Justru perbedaan itu dijadikannya untuk saling melengkapi. Mereka berdua juga dapat menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kura-kura memiliki dua pasang kaki yang pendek tidak seperti kepiting. Cara berjalannya pun sangat lambat. Bentuk mulutnya menyerupai paruh seperti unggas tetapi ia pandai berenang. Kura-kura suka makan buah-buahan dan sayur sehingga tidak mengherankan jika tubuhnya yang lebih besar dari kepiting itu selalu sehat dan segar.
Lain dengan kura-kura, lain pula dengan kepiting. Kepiting mempunyai banyak keunikan. Ia mempunyai lima pasang kaki di mana sepasang kakinya berfungsi sebagai capit dan empat pasang lainnya untuk organ gerak. Kepiting juga mempunyai cangkang walau tak sekeras cangkang kura-kura. Sebenarnya si kepiting itu sangat pemalu karena ia bukan perenang yang hebat dan ekornya juga pendek. Apalagi ia tidak bisa berjalan maju seperti teman-temanya. Selain itu, ia juga selalu berjalan dengan cara miring.
Perbedaan yang dimiliki oleh kedua sahabat itu ternyata justru menambah persahabatan semakin akrab. Kura-kura dan kepiting tak pernah bertengkar. Mereka saling membantu jika salah satu dari keduanya sedang mengalami masalah atau kesulitan.
Kepiting sedikit curiga. "Kenapa si kura-kura tidak segera datang ya?" tanya kepiting dalam hati. Ia mulai gelisah. Dilongoknya berkali-kali ke jalan di depan tempat tinggalnya. Namun, belum juga ada tanda-tanda si kura-kura muncul.
Akhirnya si kepiting mencoba untuk menjemput si kura-kura. Alangkah terkejutnya hati kepiting ketika di tengah perjalanan, kepiting mendapati si kura-kura sedang berjalan pelan sambil terisak menangis bagai orang sedang ketakutan. Kepiting ingin menghentikan langkah si kura-kura tetapi kura-kura justru ingin mempercepat langkahnya. Kepiting semakin penasaran. Belum sempat kura-kura menjelaskan, tiba-tiba terdengar lagi suara keras tidak jauh dari arah belakang kura-kura. Kura-kura semakin ketakutan. Kepiting segera menenangkan hati si kura-kura. Kura-kura merasa sedikit lega. Rasa takut dan gemetarnya tak seperti saat ia sendirian tadi.
Baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba terdengar lagi suara menakutkan dari seekor buaya. Kura-kura kembali menjerit ketakutan. Kepiting ingin melindungi kura-kura. Segera ia pasang aksi dengan capitnya. Begitu capit diangkat, ternyata kepiting-kepiting lain segera bermunculan. Ia menyuruh kura-kura agar tetap tenang dan tidak menangis.
Kepiting-kepiting tersebut siap mengawal kura-kura untuk berjalan. Para kepiting berbaris di samping kanan dan kiri kura-kura lalu berjalan mundur sambil miring. Persahabatan mereka benar-benar sangat kompak.
Kura-kura merasa sangat senang mendapat perlindungan dari banyak teman kepiting. Selama ini kura-kura memang tak pernah bersikap kasar apalagi sombong. Ia tetap rendah hati meskipun ia mempunyai cangkang yang bagus dan keras. Bahkan cangkangnya juga dapat untuk tempat berlindung bagaikan rumah.
Buaya tampaknya semakin kelaparan. Sesekali ia berusaha menggerakkan tubuhnya. Ia terus mengintai kelengahan kura-kura dan kepiting. Buaya tidak peduli dengan ketakutan kura-kura. Tanpa disadari, ombak besar bergemuruh menuju ke tepian laut tempat kura-kura dan kepiting sedang berjalan. Byuuuur.... (Bersambung).
Kendal, 29-07-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
