Nusa Indah
Nusa Indah
Tantangan hari ke-172
#TantanganGurusiana 365 hari
#Pentigraf (18)
Bunga nusa indah yang tumbuh di halaman rumahku, merahnya tak begitu merah dan putihnya pun tak begitu putih. Aku tak akan mencerca, walau makhkotanya tak berani menebarkan aroma wangi pada si kumbang yang ingin mendekatinya. Tampilan khas bulu-bulu halus pada setiap helai daunnya, justru membuatku kagum dan tak akan merasa jemu untuk memandangnya.
Setiap pagi dan sore tak lupa aku menyiramnya. Seember air cukup untuk membasahi tanah di sekelilingnya. Aku ingin bunga nusa indah tetap tumbuh dengan subur. Tak disangka, sore ini air tak mengalir dari sumbernya. Kran-kran macet semua. Padahal bak mandi baru saja dikuras dan dikosongkan. Akhirnya, aku tak bisa menyiram tanaman bunga seperti biasanya.
Hingga malam hari, air yang kutunggu-tunggu tak segera mengalir. Baru menjelang pagi terdengar gemericik aliran air di bak mandi. Aku sangat senang dan ingin segera menyiram dan merawat tanaman bunga itu. "Awas, jangan ada yang mendekat! Ini adalah bungaku." Tiba-tiba terdengar suara orang berteriak keras dari halaman rumah. Aku segera menengoknya. Betapa kaget dan cemasnya hatiku.Ternyata seorang laki-laki yang dikenalnya hilang ingatan sedang mengoyak-ngoyak bunga nusa indah. Bunga-bunga pun jatuh berserakan di atas tanah hampir tak ada yang tersisa ditangkainya. Kini, bunga nusa indahku tak lagi seindah namanya.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
