Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Penantian Si Kura-Kura
Sumber gambar: pingpoint.co.id

Penantian Si Kura-Kura

Penantian Si Kura-Kura

Tantangan hari ke-195

#TantanganGurusiana 365 hari

Ombak besar bergulung-gulung menuju ke bibir pantai disertai gemuruh angin yang begitu kencang. Kura-kura dan kawanan kepiting yang sedang berjalan bersama merasa sangat terkejut. Mereka berusaha untuk menghindar dari kejaran ombak besar itu. Namun, untung tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak. Kura-kura dan kawanan kepiting tersapu ombak dan terpisah satu sama lain dari barisannya.

Mereka semua menjerit ketakutan. Kura-kura dan kepiting hanya bisa pasrah atas bahaya yang sedang mengancamnya. Satu sama lain tak bisa lagi untuk saling menolong. Hanya doa yang mampu mereka panjatkan untuk keselamatan masing-masing.

Kura-kura dan kepiting telah terseret ombak hingga jauh ke tengah lautan. "Hap...hap...hap....!" Kedua jenis hewan laut yang telah saling bersahabat itu mulai kesulitan untuk bernafas. Begitu sampai di tengah laut, angin kembali berhembus dengan kencang. Ombak pun kembali bergulung-gulung. Kura-kura dan kepiting terhempas ke pantai. Kura-kura merasakan tubuhnya seolah-olah terbanting dari dahsyatnya ombak yang tak mengenal perasaan itu.

Kepala kura-kura menjadi sangat pusing. Dunia sekelilingnya serasa berputar semua. Ia merasakan perutnya mual dan ingin muntah-muntah. Kini matanya tak lagi mampu memandang birunya langit yang memayungi alam tempat hidupnya. Tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Kura-kura tak ingat apa-apa lagi. Bruuuuk! Tubuh kura-kura terguling di atas pasir.

Sementara itu, kepiting-kepiting yang telah melindunginya sama sekali tak ada yang mengetahui keberadaan kura-kura. Antara kepiting dan kura-kura telah jauh terpisah dalam hempasan ombak tadi. Kepiting masih dapat melihat keadaan sekelilingnya. Meski tubuhnya telah melemah, namun si kepiting kawan karib kura-kura itu masih mampu menggerakkan kaki-kakinya untuk berjalan.

"Rara...di mana kau?" teriak kepiting begitu keras. Berkali-kali ia memanggil sahabatnya itu tetapi tidak segera mendapatkan jawabannya. Kepiting sangat sedih dan khawatir kalau kura-kura ditangkap buaya. Dipanggilnya lagi kura-kura itu hingga suara kepiting hampir habis. Kepiting mondar-mandir mencari kura-kura. Ia terus berjalan mencari kura-kura tanpa mengenal putus asa.

Setelah berusaha sekuat tenaga untuk mencari kura-kura, akhirnya kepiting dapat menemukan sahabat karibnya itu. Kura-kura belum juga siuman dari ketidaksadarannya. Ia sama sekali tak mendengar panggilan kepiting. Mengetahui kura-kura tergeletak di atas pasir tampak tak berdaya, si buaya ingin segera memangsanya. Buaya mendekati kura-kura. "Heee, tunggu!" teriak kepiting pada buaya yang akan mendekati kura-kura.

Buaya kaget mendengar suara kepiting yang begitu lancang menurutnya. Buaya pun bergantian mengeluarkan suaranya dengan keras. Ia menjadi sangat marah karena ia sudah merasa lapar dari tadi. Ia ingin segera melahap si kura-kura. Sayang kepiting mengganggunya. Akibatnya terjadi perang mulut antara kepiting dan buaya.

Kura-kura menggeliat. Rupanya ia mulai siuman. Dibukalah matanya lebar-lebar. Ia tidak sedang bermimpi. Kura-kura secara nyata melihat dan mendengar kepiting sedang bertengkar dengan buaya. Kura-kura tahu kalau dirinya sedang dibela oleh kepiting. Kesempatan ini digunakan oleh kura-kura untuk segera menghindar dari buaya secara pelan-pelan. Buaya terkecoh oleh kepiting karena ternyata si kura-kura telah pergi tanpa sepengatahuannya.

Buaya semakin marah dan ingin membalas kemarahannya pada si kepiting yang telah menyebabkan kura-kura menghilang dari incaran mautnya. Buaya sangat geram. Ia ingin menerkam kepiting. Namun, buaya tidak tahu kalau dengan kakinya yang ramping itu si kepiting mampu menghindar dari kejaran buaya.

Kepiting semakin memperlihatkan aksinya dengan berjalan mundur sambil miring. Kepiting berjalan sangat kencang. Tanpa diduga, tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang mencengkeramnya. O...ternyata si kepiting tertangkap oleh seorang pemburu kepiting yang akan membawanya pergi jauh sekali dari tempat hidupnya.

Kepiting meronta-ronta tetapi sudah tiada guna. Ia telah dimasukkan ke dalam tong besar yang mana di dalamnya juga telah berkumpul banyak kepiting yang lainnya. Si pemburu akan membawanya pergi ke tempat yang sangat jauh.

Kura-kura yang melihat kejadian tersebut merasa sangat bersedih hatinya. Ia hanya berdoa semoga sahabatnya baik-baik saja dan kelak dapat berjumpa lagi dengannya. Sambil meneteskan air mata, ia pun berkata, "Kepiting, aku akan tetap setia dan selalu bersabar menantimu."

Kendal, 30-07-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post