Senja Ceria
Senja Ceria
Tantangan hari ke-189
#TantanganGurusiana 365 hari
#Pentigraf (28)
Bu Marti benar-benar tampak ceria. Ia akan kedatangan tamu yang tak biasa. Banyak macam hidangan dan minuman ia siapkan. Meja dan kursi pun ditatanya dengan rapi. Ia ingin tamu yang datang merasa senang.
Anisa dan ibunya seolah tak sabar menunggu kedatangan tamu-tamu tersebut. Berkali-kali ia keluar masuk rumah tetapi tamu tak kunjung datang. Anisa sangat cemas. Dari hand phonenya, ia mendapat kabar klau mobil rombongan tamu terjabak macet. Anisa dan ibunya menjadi gelisah. Untunglah, menjelang senja, tamu-tamu yang ditunggunya segera tiba. Meskipun mereka bermasker, namun wajah-wajah ceria tampak dari sorot matanya.
Kerabat Bu Marti telah siap menerima tamu-tamu tersebut di depan rumah dengan bermasker juga. Setelah mereka mencuci tangan pakai sabun di tempat yang telah disediakan, satu per satu tamu dipersilahkan masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi ukir. Sebelum acara lamaran dimulai, mereka dipersilahkan untuk menikmati hidangan dan minuman terlebih dahulu yang telah tersaji di atas meja. Begitu calon besan Bu Marti membuka maskernya, "Lho, kok kamu?" teriak Bu Marti dan Pak Wahid secara bersamaan sambil saling menunjuk. Hadirin yang lain saling berpandangan lalu tertawa bersama setelah tahu kalau Bu Marti adalah mantan mak comblangnya Pak Wahid dulu saat masih sama-sama duduk di bangku SMA.
Kendal, 25-07-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
