Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tamu di Rumah Hasna
Sumber gambar: gambarkuviral.blogspot.com

Tamu di Rumah Hasna

Tamu di Rumah Hasna

Tantangan hari ke-177

#TantanganGurusiana 365 hari

Hasna ingin memiliki HP android agar dapat mengikuti pembelajaran daring seperti teman-temannya. Ia menanyakan pada nenek kapan ayahnya kira-kira dapat membelikannya. Nenek tidak segera menjawab. Kalau saja nenek punya uang, sebenarnya nenek akan merasa senang sekali untuk memenuhi keinginan Hasna. Sayang, nenek tak bisa berbuat banyak untuk membahagiakan cucu kesayangannya itu.

Sebelum menjawab pertanyaan Hasna, nenek menghiburnya sambil mengajak makan. Hasna merasa senang karena nenek menyiapkan lauk pepes jamur dan sayur gambas kesukaannya. Nenek berharap, setelah makan Hasna tidak akan bersedih lagi. Nenek akan menjawab pertanyaan Hasna setelah makan. Hasna  menuruti kata-kata nenek. Nenek Hasna bernama Hamidah tetapi banyak orang yang memanggilnya nenek Idah.

Baru saja Hasna dan nenek Idah selesai makan, tiba-tiba terdengar pintu rumah diketuk orang. Nenek segera membuka pintu itu. Seorang perempuan seumuran ibu Hasna datang dengan sopan dan ramah. Ia mengatakan bahwa ia adalah teman baik Bu Maryati ibunya Hasna. Ia sering berbelanja bersamanya di pasar. Namanya Bu Darsih. 

Sebenarnya Bu Darsih sudah cukup lama ingin bertemu Bu Maryati. Ia ingin berkunjung ke rumahnya tetapi tidak tahu alamatnya. Ia juga baru tahu kemarin kalau ternyata Bu Maryati telah menghadap Sang Pencipta dari seseorang yang kebetulan sedang berbelanja bersama. Singkat cerita, Bu Darsih datang untuk menyampaikan sebuah titipan.

Sebuah amplop besar yang cukup tebal diserahkan pada nenek Idah. Ternyata, amplop itu berisi uang tabungan Bu Maryati yang dititipkan pada Bu Darsih. Semasa hidupnya, Bu Maryati memang sangat rajin menabung. Ia ikut menabung dalam kelompok para tengkulak di pasar. Ketika tabungan dibagi ternyata Bu Maryati sendiri yang tidak hadir. Teman-teman Bu Yati tak ada satu pun yang tahu tentang ketidakhadirannya.

Nenek semakin terharu. Ia hampir saja meneteskan air matanya ketika amplop berisi uang berlembar-lembar ratusan ribu itu diterimanya. Nenek Idah sungguh tak menduga kalau ibunya Hasna memiliki tabungan sebanyak itu. Nenek Idah sangat bersyukur. Ia berpikir bahwa uang sebanyak itu sangat cukup untuk membelikan HP  Hasna.

Setelah uang diserahkan pada nenek Idah, Bu Darsih segera berpamitan untuk pulang. "Nek, karena uang sudah saya serahkan pada nenek, saya pamit dulu, ya." Nenek pun mengiyakan dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada Bu Darsih.

Nenek memberitahukan soal tabungan itu pada Hasna. Hasna merasa sangat senang dan bersyukur. Ia berharap nanti ayah akan mengajaknya untuk membelikan HP. "Na, kita tunggu ayah pulang, ya. Mudah-mudahan nanti ayahmu setuju untuk segera ke toko membeli HP." Hasna menyambut kata-kata neneknya dengan senang hati.

Ayah Hasna pulang dari bekerja sambil memikul ember wadah latex (getah karet). Disambutnya ia oleh nenek dan Hasna. Pak Hasan ayah Hasna merasa heran. "Ada apa ya, kok ibu dan Hasna tidak seperti biasanya?" tanya Pak Hasan dalam hati. 

Setelah pikulan diturunkan, lalu nenek mengajak ayah Hasna duduk di teras yang ada di samping rumah sambil menyodorkan segelas teh hangat. Nenek Idah menceritakan tentang tamu yang datang tadi. Setelah mendengar penjelasan nenek, Pak Hasan pun setuju untuk segera membelikan Hasna HP android. Pak Hasan baru ingat kalau semasa hidupnya, istrinya memang pernah mengatakan kalau ia ingin menabung seminggu sekali dalam kelompok para tengkulak.

Setelah mandi dan makan, Pak Hasan segera bersiap-siap mengajak Hasna pergi ke toko HP. Hasna senang sekali. Sampai di toko, Hasna memilih HP sesuai keinginannya. Tak lupa ia minta diajari sekalian cara penggunaannya pada si penjual. Kemudian Hasna dan ayahnya pulang. Kini, Hasna sudah siap untuk mengikuti pembelajaran daring dengan HP barunya.

Kendal, 13-07-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post