Tiga Sahabat Dekat
Tiga Sahabat Dekat
Tantangan hari ke-196
#TantanganGurusiana 365 hari
Hana dan Nina sama-sama duduk di kelas empat. Sejak kelas satu SD keduanya sudah duduk dalam satu kelas. Rumahnya yang berdekatan membuat Hana dan Nina sering belajar bersama dan bermain bersama. Kadang Hana yang datang ke rumah Nina dan kadang juga bergantian Nina yang datang ke rumah Hana.
Hana dan Nina mempunyai hobi yang berbeda. Hana suka membaca dan menulis sedangkan Nina lebih suka menyanyi. Keduanya tidak pernah saling memaksa untuk mengikuti keinginannya. Hana dan Nina juga tidak mau saling mengganggu.
Ketika Hana sedang membaca, maka Nina tak mau mengganggunya. Bahkan Nina suka mendengarkan cerita-cerita lucu yang dibacakan oleh Hana. Jika Hana selesai membaca, biasanya Nina langsung mendendangkan lagu yang disukainya. Hana ikut-ikutan menyanyi walau suaranya tak semerdu Nina.
Kegemaran membaca Hana ternyata sangat memengaruhi kegemarannya dalam menulis cerita. Selain gemar membaca buku pelajaran, Hana juga selalu rajin membaca buku-buku bacaan lainnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kosa kata yang dimiliki Hana juga banyak. Hal ini membuat Hana merasa lebih mudah untuk menuliskan sebuah cerita.
Suatu ketika, Nina dibuatnya tercengang. Hana begitu bagus dalam menuliskan pengalamannya ketika ia diajak paman menyiangi tanaman padi di sawahnya. Ia melihat seekor belut di sela-sela tanaman padi. "Paman, itu ada belut," teriak Hana kegirangan. Meski Hana adalah anak perempuan, namun Hana tidak takut dengan belut. Lalu tanpa pikir panjang dikejarnya belut itu. Tiba-tiba, bruuuuk Hana terjerembab ke dalam lumpur. Kaos dan celana yang dipakainya menjadi sangat kotor.
Paman Hana tertawa geli melihat wajah dan tubuh Hana yang belepotan tidak karuan penuh lumpur. Paman tidak langsung menolongnya tetapi malah ia segera pergi mencuci tangan lalu mengambil HP di saku celananya. Maklumkah, ke mana pun pergi paman Hana memang suka mengantongi HPnya di celana. Wajah Hana yang penuh lumpur itu segera difoto oleh paman. Hana hanya bisa tertawa dan belut pun tak berhasil ditangkapnya.
Hana menuliskan cerita tersebut dengan runtut dan kalimat-kalimat yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami isinya. Ketika ada informasi lomba menulis cerita, Pak guru memilih Hana untuk mewakili sekolahnya. Hana tidak keberatan dan ia bersedia mewakili sekolahnya.
Hana mulai sibuk berlatih menulis cerita. Ia tak banyak waktu lagi untuk bermain bersama Nina. Nina mulai merasa tak dipedulikan lagi oleh Hana. Sebenarnya dalam hati Nina, ia juga ingin dipilih ikut lomba tetapi Nina tidak menyadari kemampuannya. Nina yang biasanya suka menyanyi, kini lebih sering diam.
"Nin, besok kita bermain bersama yuk!" ajak Hana ketika mereka sedang beristirahat. Nina hanya menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang sedikit cemberut. Tanpa sepatah kata pun Nina berlalu meninggalkan Hana begitu saja. Hana menjadi heran dengan sikap Nina akhir-akhir ini.
Kebetulan di kelas Nina ada murid baru pindahan dari kota. Namanya Lisa. Lisa mempunyai hobi yang sama dengan Nina yaitu menyanyi. Nina semakin dekat dengan Lisa dan jarang bermain bersama lagi dengan Hana. Hana merasa sedih. Ia tidak tahu kenapa Nina sekarang seolah-olah menjauhinya setelah ada Lisa. (Bersambung)
Kendal, 31-07-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
