Gara-Gara Jambu Biji
Gara-Gara Jambu Biji
(1) Makan Buah Bersama
Tantangan hari ke-211
#TantanganGurusiana 365 hari
Setiap hari Jumat di SD Sukamaju telah dibiasakan ada gerakan Jumat bersih dan Jumat sehat. Setelah melakukan senam bersama, seluruh warga sekolah melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan. Ada yang membersihkan kelas, halaman, mushola, dan toilet. Semua itu dilakukan dengan senang hati. Mereka menyadari bahwa menjaga kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab bersama.
Anak-anak melakukan kegiatan bersih lingkungan secara berkelompok. Tiap kelompok dipandu oleh guru kelas masing-masing. Setelah semua bersih, acara berikutnya adalah makan buah bersama. Acara inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar anak-anak. Mereka telah siap membawa buah sendiri dari rumah.
Seminggu sebelumnya, Bu Rosiana selaku kepala sekolah mengumumkan agar anak-anak membawa buah kesukaannya. Acara yang menyenangkan ini dilakukan setiap sebulan sekali. Tepatnya tiap hari Jumat pada minggu terakhir. Tujuannya untuk membiasakan anak-anak agar suka makan buah-buahan. Bu Ros, begitu anak-anak biasa memanggilnya juga mengatakan bahwa makan buah dapat membantu menjaga kesehatan. Buah-buahan banyak mengandung vitamin yang dibutuhkan sebagai zat pengatur dalam tubuh.
Anak-anak tampak gembira sekali dengan buah yang dibawanya. Mereka duduk di teras depan kelas masing-masing. Ada yang membawa buah anggur, jeruk, apel, melon, pisang, dan buah naga. Rendi membawa jambu biji yang dipetiknya sendiri. Di depan rumah Rendi ada satu pohon jambu yang berbuah manis dan lebat. Ia memang tidak membawa buah seperti teman-teman lainnya.
Sebenarnya Rendi juga ingin membawa pir atau anggur. Namun, ia tidak mungkin untuk menyampaikannya pada orang tua. Buah tersebut cukup mahal baginya. Ia berusaha untuk menahan keinginannya. Sebagai tukang cuci mobil, kini penghasilan ayahnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. Sebelumnya ayah Rendi bekerja di rumah makan dengan hasil yang lumayan besar. Namun, sekarang rumah makannya sepi pengunjung sehingga ayah Rendi diberhentikan.
"Teman-teman, kira-kira enak mana ya buah jambu dengan buah yang kubawa ini?" tanya Budi sengaja menyindir Rendi sambil memamerkan buah pir yang dibawanya. Rendi merasa malu tetapi ia diam saja. Fani yang juga membawa buah pir merasa kasihan pada Rendi. Ia ingin menjaga perasaan Rendi.
"Bud, kamu jangan seperti itu sama teman ya. Jambu yang dibawa Rendi juga enak, lho!" tukas Fani dengan nada sedikit keras. Budi tidak terima dengan pembelaan Fani terhadap Rendi. Budi malah balik mengolok-olok Fani. "Aku tahu Fan, kamu bela Rendi agar kamu dapat contekan dari Rendi saat ulangan. Iya, kan?" Mendengar ucapan Budi, Fani menjadi tersinggung. Fani pun segera membalas dengan ketus.
Budi semakin terpancing emosinya. Ia marah-marah pada Fani yang mengatakan kalau dirinya sombong. Budi tidak terima dengan cacian Fani. Perang mulut semakin ramai. Apalagi Irin dan Mela juga ikut-ikutan membela Rendi. Budi semakin kesal karena tidak ada yang mau membelanya. Rendi justru merasa bersalah.
Bu Marina wali kelas mereka masih berada di ruang guru untuk minum sejenak. Mendengar ada keributan, Bu Marina segera keluar. Ia menuju ke tempat ribut-ribut tadi. Melihat bu gurunya mendekat, anak-anak diam semua seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Bu Marina menyuruh anak-anak untuk menunjukkan masing-masing buah yang dibawanya. Mereka sangat bersemangat. Budi memandang sinis pada Rendi. Maklum saja. Sejak kedatangan Rendi sebagai murid baru, nilai Budi saat ulangan harian memang selalu kalah dengan Rendi. Budi sudah berusaha untuk mengejarnya tetapi tetap saja tidak bisa.
Rendi memang sangat pandai. Dengan sifat-sifatnya yang pendiam dan rendah hati membuat teman-temannya banyak yang suka. Tidak hanya anak laki-laki saja tetapi anak-anak perempuan juga suka berteman dengannya. Berbeda sekali dengan sikap Budi yang selalu membanggakan kepandaian dan kekayaan orang tuanya. Ayah Budi memang seorang peternak ayam kampung yang sukses sehingga ia selalu dapat terpenuhi segala keinginannya.
Acara makan buah bersama akan segera dimulai. Bu Marina tertarik dengan buah yang dibawa oleh Rendi. Didekatinya Rendi sambil menawarkan untuk menukar jambunya dengan buah pir yang dibawanya. Rendi tidak keberatan dan ia merasa sangat senang. Bu Marina memang guru yang bijak. Ia tidak hanya menyuruh muridnya saja tetapi ia juga ikut membawa buah untuk dimakan bersama.
Budi semakin merasa tidak suka pada Rendi. Rendi merasa beruntung sekali karena di luar dugaan, Bu Marina justru ingin menukar buah pir dengan jambu yang dibawanya. "Anak-anak, buah yang kalian bawa sudah dicuci apa belum?" tanya Bu Marina. Anak-anak menjawab dengan serempak kecuali Budi. Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu. (Bersambung)
Kendal, 15-08-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
