Janji Tiga Sahabat
Janji Tiga Sahabat
Tantangan hari ke-197
#TantanganGurusiana 365 hari
Persahabatan Nina dan Lisa semakin akrab. Setiap waktu istirahat keduanya bermain bersama. Nina sengaja tidak mau mengajak Hana. Rasa kesal Nina selalu ditunjukkannya pada Hana dengan sikap dan ucapan yang tidak mengenakkan. Sementara Hana benar-benar tidak mengerti apa penyebabnya sehingga Nina menjauh darinya.
Lisa merasa tidak enak ketika Nina menolak Hana untuk ikut bermain kelereng bersama pada saat istirahat. "Kamu habiskan waktumu untuk menulis saja Han. Nanti kalau ikut bermain, kamu jadi gagal meraih juara. Kalau aku kan tidak pantas ikut lomba menulis seperti kamu," sindir Nina pada Hana. Hana tidak menyangka akan mendapatkan kata-kata pedas dari sahabat dekatnya itu. Hana sangat menyesalkan sikap Nina yang waktu itu selalu menolak ketika Hana mengajaknya untuk belajar menulis bersama. Pada kenyataannya, setelah Hana terpilih untuk mewakili sekolahnya dalam lomba menulis malah Nina seolah-olah memusuhinya.
Hana sebenarnya sangat kecewa dan tidak suka dengan sikap Nina. Ia pun menjelaskan pada Nina kalau kesempatan untuk mewakili ikut lomba menulis cerita kali ini memang hanya satu anak untuk satu sekolahan. Nina tidak bisa menerima penjelasan Hana. Perselisihan pun mulai terjadi. "Kamu kan anak emasnya Pak Guru, Han. Sedangkan aku? " lanjut Nina dengan wajah yang kurang bersahabat.
Melihat Hana dan Nina tampak berselisih, Lisa memberanikan diri untuk melerainya. "Sudah, sudah, kita kan bersahabat. Sebaiknya kita dukung Hana, Nin. Aku bukan bermaksud membela Hana tapi sebagai teman aku justru merasa senang karena Hana akan mewakili sekolah kita." Belum selesai Lisa berbicara, ternyata Nina segera menimpalinya.
"Lho, kamu anak baru kok ikut bela-belain Hana!" tukas Nina dengan nada sedikit keras. Lisa pun terdiam. Ia memang mengakui kalau dirinya adalah murid baru. Akan tetapi bukan berarti Lisa harus membiarkan saja kedua temannya yang sedang berselisih. Lisa tidak ingin gara-gara lomba malah dua sahabatnya menjadi tidak rukun.
Lisa ingin mencairkan suasana. Kemudian ia menanyakan tentang kegiatan ekstrakurikuler di sekolah barunya itu pada Hana dan Nina. Kebetulan, tanpa sengaja kemarin Hana mendengar percakapan Pak Guru dengan ibu kepala sekolah waktu Hana sedang berlatih di ruang kegiatan. Dalam waktu dekat, rencananya di sekolah tempat mereka belajar selain ada kegiatan ektrakurikuler Pramuka dan menulis juga akan diadakan kegiatan ekstrakurikuler menyanyi.
Hana memaklumi sikap Nina yang telah menyindirnya. Ia tidak mau ikut-ikutan marah. Hana justru menasihati Nina agar Nina mau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler menyanyi yang sebentar lagi akan dimulai pendaftarannya. Mendengar kata-kata Hana, raut wajah Nina tampak berubah. "Benar juga ya, saran Hana," kata Nina dalam hati. Nina memandang ke arah Lisa. Lisa pun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Bahkan Lisa juga ingin ikut belajar menyanyi bersama.
Suasana tak lagi menyebalkan. Melihat Lisa mengangguk, Nina tampak tersenyum gembira mendengar usulan Hana. Hana memang seumuran dengan Nina. Akan tetapi sikap Hana lebih bijak ketika sedang ada masalah dengan Nina. Meski sempat dijauhi oleh Nina, Hana tidak serta merta melaporkan kejadian tersebut pada Pak Guru maupun pada ibunya. Ia ingin belajar menyelesaikan masalah dengan mandiri. Hal ini ia dapatkan dari pengalamannya karena ia sering membaca buku cerita.
Nina dan Lisa sepakat untuk mendaftar ikut kegiatan ekstrakurikuler menyanyi. Nina pun akhirnya meminta maaf dan mengucapkan terima kasih pada Hana. "Han, aku minta maaf ya. Sebenarnya aku bukan iri denganmu tapi aku sedih karena ketika kamu harus berlatih menulis sore hari dan aku tidak ikut, aku jadi tidak punya teman bermain di rumah. Kamu tahu kan, kedua orang tuaku selalu sibuk bekerja dan pulang sore setiap harinya," jelas Nina sedikit memelas.
Lisa merasa terharu mendengar alasan Nina. Ternyata Nina juga mempunyai masalah yang sama dengan dirinya yang setiap hari harus menunggu kedua orang tuanya pulang hingga sore hari. Di satu sisi, ibu Hana memang tidak bekerja di luar rumah seperti ibu Nina dan ibu Lisa. Namun, di sisi lain Hana merasa bersyukur karena setiap pulang sekolah ibunya selalu di rumah untuk mendampinginya.
Percakapan ketiga sahabat tersebut ternyata sangat mengharukan. Namun, setelah mendapat penjelasan dari Hana, ketiganya lalu tersenyum bersama. Hana, Nina, dan Lisa akhirnya berjanji untuk saling mendukung dan menyemangati satu sama lain. Hana akan terus belajar menulis sedangkan Nina dan Lisa akan mengembangkan hobinya melalui kegiatan ekstrakurikuler menyanyi.
Bel tanda masuk jam pelajaran terakhir berbunyi. Sebelum masuk ke dalam kelas mereka melakukan toss bersama lalu satu sama lain saling berjabat tangan. Ketiga sahabat itu tak lagi berselisih. Dengan wajah-wajah yang ceria mereka berharap mudah-mudahan formulir pendaftaran kegiatan ekstrakurikuler menyanyi segera dibagikan. Kini persahabatan antara Hana, Nina, dan Lisa kembali semakin dekat.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
