Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Mentari Bersinar Kembali
Sumber gambar: pngpik.com

Mentari Bersinar Kembali

Mentari Bersinar Kembali (1)

Tantangan hari ke-203

#TantanganGurusiana 365 hari

Angin berhembus sepoi-sepoi menyusup ke dalam rumah melalui celah-celah jendela. Hanya suara binatang malam yang terdengar memecah sunyi. Bulan pun tampak malu-malu sehingga menyembunyikan wajahnya di balik awan. Purnama malam ini memang tak secerah purnama sebelumnya. Mendung yang mulai beraksi tak berhasil di halau oleh pantulan sinarnya yang selalu di nanti anak-anak desa untuk menemani mereka bermain petak umpet di halaman rumah.

Mentari segera menutup seluruh gorden di rumahnya dan mencoba untuk segera memejamkan matanya di atas pembaringan. Ia ingin menikmati istirahat malamnya setelah seharian penuh ia merasa penat dengan berbagai tugas yang harus dijalaninya. Selain mengajar dari pagi hingga siang hari, Mentari yang berwajah cantik itu juga harus mengurus dua putrinya yang masing-masing masih duduk di kelas 2 dan kelas 4 Sekolah Dasar (SD).

Sejak ditinggal suaminya menghadap Sang Pencipta beberapa tahun yang lalu ia memang harus menjadi single parent (orang tua tunggal). Beruntung ada Mbak Minah yang setia membantu mengurus Hana dan Nina yang masih butuh perhatian dalam berbagai hal. Mentari ingin menjalankan tugasnya sebagai guru SD dengan baik. Itu sebabnya, ia sangat membutuhkan kehadiran Mbak Minah untuk membantu mengurus Hana dan Nina serta mengurus pekerjaan rumah lainnya.

Berkali-kali Mentari mencoba untuk membalikkan badannya ke arah kanan dan ke arah kiri. Namun, rupanya hal itu tak mampu untuk membuatnya segera tertidur lelap. Ia benar-benar merasa galau karena ia tak dapat memilih kata yang tepat untuk diucapkan pada Pak Burhan teman sekerjanya di SD Kaliwadas. Pak Burhan adalah sosok guru yang selalu bisa menjadi teman untuk berinovasi dan saling berbagi pengalaman mengajar yang baik.

Hari Jumat yang lalu, ternyata Pak Burhan mendapatkan surat undangan untuk menerima Surat Keputusan (SK) mutasi ke daerah asalnya di Banyumas. Selama ini, Pak Burhan memang tinggal sendiri di rumah dinas dekat lokasi sekolah tempat tugasnya. Sesekali Pak Burhan ditemani oleh beberapa muridnya yang ingin belajar bersamanya di malam hari. Kebetulan ada beberapa murid yang rumahnya dekat dengan lokasi rumah dinas di sekolah tersebut. Sementara anak dan istri Pak Burhan tinggal di tanah kelahirannya yaitu di Banyumas. Setiap sebulan sekali atau kadang setengah semester sekali Pak Burhan menyempatkan pulang untuk berjumpa dengan keluarganya.

Mentari terus bertanya dalam hati, "Haruskah aku ikut bergembira atau haruskah aku bersedih hati karena Pak Burhan akan meninggalkanku sebagai teman kerja yang selalu memahami kesulitanku?" Pak Burhan memang layak untuk hidup bahagia berkumpul lagi bersama anak dan istrinya. Antara Banyumas dan Kendal memang merupakan dua wilayah yang saling berjauhan.

Sambil memandangi kedua anaknya yang telah tertidur pulas di sampingnya, Mentari benar-benar gelisah. "Kenapa aku harus merasa kehilangan Pak Burhan? Bukankah di sekolah masih ada Bu Laeli, Bu Dewi, Pak Tarno, dan Bu Naning?" Mentari benar-benar tersiksa dengan angannya sendiri. Ia pun merasa heran dan tak habis pikir kenapa perasaan tak biasa ini mesti terjadi dan muncul secara tiba-tiba.

Selama mengajar bersamanya, Mentari tak pernah mempunyai rasa khawatir akan kehilangan seperti saat ini. Pak Burhan memang teman kerja yang sangat baik. Beliau selalu menunjukkan kinerja yang memuaskan bagi Pak Samsu selaku kepala sekolahnya. Mentari sangat tertarik dengan kepribadian Pak Burhan yang benar-benar mencerminkan sosok guru sederhana namun berwawasan luas. Sejak awal Mentari bertugas di sekolah tersebut ia merasa banyak mendapat pembelajaran dari Pak Burhan.

Lima tahun sudah Mentari menjalani tugas sebagai pendidik di sebuah sekolah yang cukup jauh dari rumahnya. Medan yang sulit dengan jalan yang berliku naik dan turun bukan menjadi halangan baginya demi mencerdaskan anak-anak bangsa. Mentari tak pernah mengeluh atau menangis mendapat tugas di pelosok desa. Dengan sepeda motor hadiah dari almarhum suaminya, setiap hari ia rela menyusuri jalan di antara pepohonan karet yang rindang.

Kadang Mentari menyempatkan berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan di sekelilingnya sambil mengarahkan pandangannya ke arah bawah. Ya, cukup mengerikan memang karena jurang menganga cukup dalam berada di tepi jalan yang setiap hari ia lalui. Meski demikian, ternyata di balik keadaan yang cukup mengerikan itu terhampar luas hijaunya dedaunan tanaman jagung yang tumbuh subur di tanah berbukit pada musim berkembang mulai tiba. Selain itu, panorama nun jauh di bawah sana tampak memesona dengan kelak-kelok sungainya. Sejauh mata memandang terasa sejuk di hati.

Mentari merenung sejenak. Ia teringat saat pertama kali ia terjatuh karena sepeda motornya terpeleset di jalan itu. Beruntung ada Pak Burhan yang membersamainya. Kebetulan Pak Burhan juga mengendarai sepeda motor di belakangnya. Beliau baru saja pulang dari kampung halamannya untuk kembali mengajar bersama Mentari. Pak Burhan segera menolong Mentari dan berpesan, "Lain kali lebih berhati-hati ya Bu, saat melintas jalan yang basah dan licin seperti ini." Kata-kata Pak Burhan masih diingatnya oleh Mentari. Kala itu memang gerimis datang cukup deras di waktu pagi.

Berbagai kenangan bersama Pak Burhan satu per satu melintas dalam angan Mentari. Ia semakin tak mampu memejamkan kedua matanya. Semangatnya menjadi sedikit terkikis. Beberapa kali Mentari menguap. Ditariknya selimut tebal untuk melindungi tubuhnya. Mentari berusaha untuk menepis semua rasa dan angannya. Ia mencoba lagi untuk segera memejamkan mata dan berharap esok hari dapat menjemput pagi dengan berseri. (Bersambung)

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post