Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tangisan Berdarah

Tangisan Berdarah

Tantangan hari ke-222

#TantanganGurusiana 365 hari

#Pentigraf (44)

Bruuuug! Terdengar suara keras dari ruang kelas empat. Rupanya ada sesuatu yang jatuh di balik pintu. Bersamaan dengan itu, terdengarlah suara tangis dari seorang bocah laki-laki. Anak-anak yang lain segera berkerumun.

Sudah berkali-kali Bu Rani mengingatkan agar saat istirahat semua anak keluar dari ruang kelas. Santo dan Budi rupanya lupa dengan pesan bu guru. Setelah membeli jajan di kantin, keduanya bercanda lalu saling menggoda berebut jajan. Terjadilah kejar-mengejar. Santo berlari masuk ke dalam kelas dan ingin menutup pintu. Namun, dorongan kuat dari Budi tak mampu ia tahan. Santo jatuh terlentang dan kepalanya membentur lantai. Seketika itu, tampaklah darah segar menetes di lantai. Santo tak lagi terdengar gelak tawanya.

Wajah Budi pucat pasi karena merasa bersalah. Ia ingin menolong Santo tetapi takut dengan darah yang memerah itu. Sebelum Bu Rani datang, Budi sudah menangis ketakutan. "Wah, ternyata bagus sekali caramu membacakan cerita. Ayo anak-anak, kita beri tepuk tangan yang meriah untuk Anti!" kataku di hadapan para murid dengan penuh semangat. Sebagai guru, aku memang harus memberikan apresiasi dan motivasi pada Anti ketika sedang berlatih membaca cerita untuk menghadapi lomba literasi.

Kendal, 27-08-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post