Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Tiada Sepi Bersama Yosi
Sumber gambar: docplayer.info

Tiada Sepi Bersama Yosi

Tiada Sepi Bersama Yosi

(1) Keusilan Yosi di Kelas

Tantangan hari ke-214

#TantanganGurusiana 365 hari

Yosi anak kelas 5 itu memang terkenal usil. Ada saja yang ia lakukan untuk mencari perhatian. Hampir tiap hari ia mendapat teguran dari gurunya. Apalagi saat pelajaran sedang berlangsung.

Meja sering menjadi sasaran keusilan tangannya. Di rumah, Yosi memang sering melihat kakek menabuh kendang. Ia juga sering diajari olehnya cara menabuh kendang yang benar. Yosi ingin seperti kakek yang sangat terampil menabuh kendang. Itu sebabnya, ketika di kelas ia sering memukul-mukul meja dengan irama layaknya sedang memukul kendang.

Teman-teman sekelasnya sering merasa terganggu oleh tangan usil Yosi. Kapan pun ia mau pasti meja menjadi sasaran pukulan tangannya. Meski usianya masih tergolong anak-anak, namun Yosi benar-benar terobsesi untuk bisa menjadi seorang pemain kendang yang handal.

Ketika waktu istirahat tiba, hampir separoh waktunya ia gunakan untuk memukul-mukul meja layaknya memukul kendang. Suasana di dalam kelas pun menjadi ramai. Keusilan Yosi diikuti oleh teman laki-laki yang lainnya. Meski sering ditegur oleh Bu Rani agar anak-anak beristirahat di luar ruangan, namun Yosi tetap saja lupa.

Sebenarnya Yosi tak hanya suka usil tangannya saja. Ia juga suka menyanyikan lagu-lagu daerah yang telah dikuasainya sambil berjoget. Seolah ia tak punya rasa malu atau capai untuk melakukan itu semua. Sebaliknya, jangan tanya ketika Bu Rani sedang memberikan pelajaran Matematika. Dapat dijamin, Yosi akan banyak diam karena ia termasuk lambat untuk memahaminya.

Kali ini suasana kelas cukup hening. Setelah materi pelajaran diberikan, tiba waktunya anak-anak mengerjakan tugas operasi hitung pecahan dari Bu Rani. Dengan model make a match Bu Rani melakukan pembelajaran dengan sangat menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Namun, berbeda dengan Yosi. Ia tetap saja merasa kurang mampu dalam memahaminya.

Saat anak-anak sedang mulai mengerjakan tugas, tiba-tiba Bu Rani dipanggil oleh bapak kepala sekolah untuk suatu urusan. Sebelum bergegas ke kantor Bu Rani berpesan, "Anak-anak, bu guru ke kantor sebentar ya. Kerjakan tugas dengan teliti dan jangan ribut." Kemudian Bu Rani segera keluar dari kelas.

Tanpa pikir panjang, selang beberapa saat Yosi langsung beraksi. Ia tidak peduli mengganggu temannya atau tidak. Yang penting ia dapat memukul-mukul meja ala irama kendang yang bertalu-talu. Teman-teman lain secara spontan tertawa riuh mendengar suara Yosi yang tiba-tiba menabuh meja sambil melantunkan lagu Lir-Ilir dengan keras.

Kelas menjadi gaduh. Anak-anak perempuan merasa sangat terganggu. Sebaliknya anak laki-laki justru ikut-ikutan Yosi mengimbangi memukul meja dengan penggaris plastik yang dimilikinya. "Diam...diam...!" teriak Yuna dengan keras mengingatkan Yosi dan teman-temannya.

Yosi tak menghiraukan teriakan Yuna. Yosi malah semakin menunjukkan aksinya. Sambil cengar-cengir, Yosi terus bernyanyi sambil menabuh meja. Iramanya memang enak didengarkan. Yuna dan anak-anak perempuan lainnya ingin segera menyelesaikan tugas dari Bu Rani.

Yuna mengingatkan lagi pada Yosi untuk berhenti membuat gaduh. Yosi justru semakin keras memainkan meja. Yuna menjadi kesal. "Awas ya Yos, nanti kamu kulaporkan pada bu guru lho!" kata Yuna menakut-nakuti Yosi. Rupanya Yosi menganggap angin lalu saja mendengar kata-kata Yuna.

Melihat Yosi tak menghiraukan kata-katanya, dengan sigap Yuna mendekati Yosi dan langsung mengambil buku tugasnya untuk diletakkan di meja Bu Rani. Perselisihan mulai terjadi. Yosi berusaha untuk menahan bukunya. Maka tarik menarik buku pun tak dapat dielakkan.

Akhmad yang duduk di sebelah Yosi berusaha untuk melerai perselisihan kedua temannya itu. Yuna tetap ingin mengambil buku Yosi. Tiba-tiba pintu kelas dibuka. Bu Rani masuk dengan wajah berseri-seri. Tampaknya ada sesuatu yang ingin disampaikan pada anak-anak setelah beliau dipanggil oleh bapak kepala sekolah tadi.

Yuna segera kembali ke tempat duduknya di belakang Yosi. Ia letakkan buku Yosi di mejanya. Anak-anak kembali mengerjakan tugas dengan tenang. Sesekali Yosi tampak melirik pekerjaan Akhmad. Kemudian Akhmad menutup pekerjaannya dengan telapak tangan kirinya.

"Yosi," panggil Bu Rani mengagetkan Yosi. Yosi tak menyadari kalau Bu Rani ternyata mengamati gerak-geriknya. Yosi tidak jadi melirik pekerjaan Akhmad. Bu Rani menegur Yosi sambil tersenyum. Sebagai guru kelasnya, Bu Rani sangat memahami tingkah Yosi. (Bersambung)

Kendal, 19-08-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post