Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Yosi Pengendang Cilik

Yosi Pengendang Cilik

Tantangan hari ke-215

#TantanganGurusiana 365 hari

Bu Rani sering mengingatkan Yosi saat pelajaran berlangsung. Yosi memang tak bisa duduk dengan tenang. Selama mengajar kelas 5 di SD Sidowangi, baru kali ini Bu Rani mendapatkan murid yang memiliki karakter sangat berbeda dengan teman-temannya.

Tangan Yosi memang selalu usil. Hampir tiap hari ia memukul-mukul meja bagaikan alat musik kesukaannya. Ya, kendang adalah alat musik kesukaan Yosi. Melihat keusilan tangan Yosi, Bu Rani justru memandangnya sebagai hal yang perlu diperhatikan.

Beberapa waktu yang lalu, dalam rapat dewan guru Bu Rani mengusulkan agar sekolah mengadakan alat musik seperti seruling dan kendang. Kebetulan Pak Doni meskipun guru olah raga juga pandai memainkan alat musik. Bu Rani ingin berkolaborasi dengannya dalam membimbing kegiatan ekstrakurikuler kesenian. Usul Bu Rani ternyata dikabulkan.

Yosi merasa sangat senang mendengar informasi dari Bu Rani tentang kegiatan ekstrakurikuler kesenian yang akan segera dilaksanakan. Yosi dan teman-temannya segera mendaftar. Mereka rela pulang hingga sore untuk mengikuti kegiatan.

Yosi dan teman-teman mengikuti latihan dengan penuh semangat. Bakat menabuh kendangnya kini tersalurkan. Begitu dibimbing ia langsung dapat mengikutinya dengan baik. Teman-teman yang lain kebagian memainkan alat musik recorder atau seruling.

Bu Rani dan Pak Doni membimbing anak-anak dengan sabar. Sebaliknya, anak-anak mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Dalam waktu beberapa bulan, mereka telah menunjukkan keterampilan yang menggembirakan. Beberapa lagu daerah telah dikuasai oleh mereka dengan lantunan irama seruling yang dipadukan dengan kendang.

Waktu kegiatan jeda semester telah tiba. Kali ini jeda semester diisi dengan kegiatan pentas seni. Berbagai kesenian siap dipertunjukkan termasuk seni musik. Ada juga yang menampilkan seni tari, baca puisi, dan menyanyi.

Panggung dipersiapkan di halaman sekolah dengan hiasan yang meriah. Para orang tua murid diundang untuk menyaksikan pertunjukkan. Pengawas sekolah dan kepala desa setempat juga ikut hadir untuk memberikan sambutan.

"Yos, nanti tunjukkan keusilan tanganmu dalam memainkan kendang ya!" kelakar Yuna sebelum pentas dimulai. "Santai saja, yang penting tiupan serulingmu juga harus mantap. Jangan sampai keliru," jawab Yosi sambil menyiapkan bedak tabur untuk melicinkan permukaan kulit kendang.

Sejak ada kegiatan ekstrakurikuler kesenian, Yosi dan Yuna memang tak pernah lagi berselisih paham. Yosi tak lagi membuat gaduh di kelas untuk memukul-mukul meja. Ketika ingin memukul kendang, begitu jam istirahat Yosi mengajak teman-teman masuk ke dalam ruang kegiatan anak. Letak ruang tersebut ada di ujung kelas sebelah barat dekat gudang. Di ruang itulah alat-alat musik disimpan.

Acara pentas seni akan segera dimulai. Seluruh undangan sudah hadir dan duduk di tempat yang telah disediakan. Anak-anak yang tidak ikut pentas menjadi penonton. Sambutan demi sambutan telah selesai dilakukan. Tibalah giliran anak-anak menunjukkan kebolehannya.

Pertunjukkan pertama adalah paduan suara dengan menyanyikan lagu Himne Guru dan Terima Kasihku. Kemudian tari Bermain dan tari Merak yang dibawakan oleh anak-anak kelas 3 dan 4. Giliran pertunjukkan berikutnya adalah lantunan lagu-lagu daerah yang dibawakan oleh Yosi bersama teman-temannya.

Dengan kostum daerah Jawa Tengah mereka begitu mantap dalam bermain musik. Kendang dipukul oleh Yosi. Mendengar suara kendang yang bertalu-talu, hadirin tampak kagum. Mereka sangat terpukau dengan permainan tangan Yosi yang sangat terampil menghadirkan irama khasnya.

Tiga lagu daerah dilantunkan dengan sempurna. Suwe Jamu, Gundul-Gundul Pacul, dan Lir-Ilir mampu membuat para penonton menikmatinya sambil manggut-manggut dan tersenyum gembira. Tanpa komando, hadirin mendengarkan lagu sambil menggerakkan badan dan kepalanya mengikuti irama kendang. Asyik sekali rasanya. Tepuk tangan penonton pun turut menghias penampilan.

Selesai pertunjukkan, Pak Harun selaku pengawas sekolah langsung naik ke panggung lagi untuk menyalami Yosi dan kawan-kawannya. Pak Harun sangat bangga dengan penampilan Yosi yang begitu memukau saat memukul kendang. Sebagai bentuk apresiasi, Pak Harun memberikan amplop berisi sejumlah uang kepada Yosi untuk dibagi bersama teman-temannya.

Tepuk tangan semakin meriah. Tak lupa Yosi dan teman-temannya mengucapkan terima kasih kepada Pak Harun. Mereka sangat gembira dan berjanji akan lebih giat lagi untuk berlatih. Yosi juga tidak ingin membuat gaduh lagi di kelas. Sekarang sudah ada kendang di sekolahnya, maka ia pun tak akan memukuli meja lagi yang akhirnya dapat mengganggu teman-temannya.

Berkat ketekunan dan kesungguhannya dalam berlatih, kini bakat Yosi semakin berkembang. Meski ia lambat dalam mengikuti pelajaran Matematika, tetapi ia ingin terus belajar agar nilainya seimbang. "Terima kasih guruku, kau telah membuatku bersemangat," ucapnya pada Bu Rani dan Pak Doni. Tanpa terasa air mata Yosi menetes membasahi pipinya.

Kendal, 20-08-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post