Berliterasi dengan Putri Malu
Berliterasi dengan Putri Malu
Tantangan hari ke-244
#TantanganGurusiana 365 hari
Aktivitas literasi tak hanya sebatas baca dan tulis saja. Banyak aktivitas lain yang dapat dikatagorikan sebagai aktivitas literasi. Adakah hubungan antara putri malu dengan literasi?
Tumbuhan putri malu telah banyak dikenal orang. Selain memiliki duri yang tajam, tumbuhan ini juga memiliki ciri khas yang membedakannya dengan tumbuhan lain. Ketika terkena sentuhan, ia akan segera mengatupkan daunnya sebagai tanda ingin melindungi diri dari serangan musuh. Bunganya yang lembut berwarna pink cukup memesona kala dipandang mata.
Berliterasi memang tak hanya dapat dilakukan di dalam ruangan saja. Di kebun pun anak-anak dapat melakukan aktivitas literasi bersama keluarga. Salah satu contohnya yaitu anak dan orang tua secara bersama-sama mengamati tumbuhan putri malu. Hasil pengamatannya kemudian ditulis menjadi sebuah karangan dalam bentuk deskripsi.
Pada kegiatan ini anak bersama orang tua dapat mengamati berbagai ciri khusus tumbuhan putri malu sesuai dengan keadaannya. Orang tua juga dapat mengajak anak untuk berpendapat tentang tumbuhan tersebut. Agar lebih mudah dalam mengemukakan pendapatnya, orang tua dapat memfasilitasinya melalui pertanyaan-pertanyaan berdasarkan teknik PIT Adik Simba.
PIT Adik Simba merupakan sebuah akronim untuk memudahkan dalam menyebutnya. PIT yang dimaksud adalah Produktif, Imajinatif, dan Terbuka. Sedangkan Adik Simba merupakan akronim dari kata tanya tak ubahnya seperti 5W+1H (What, Where, When, Who, Why dan How). Adik Simba yang dimaksud adalah rangkaian akronim dari kata tanya apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.
Kaitannya dengan aktivitas literasi, setelah anak mengamati tumbuhan putri malu, maka orang tua dapat mengajukan beberapa pertanyaan. Biarlah anak menjawab sesuai dengan pengalamannya sendiri. Misalnya, apa saja ciri khusus tumbuhan putri malu yang membedakannya dengan tumbuhan lain di sekelilingnya? Atau bisa juga dengan mengajukan pertanyaan imajinatif, apa yang akan terjadi seandainya tanpa sengaja kau menginjak tumbuhan putri malu?
Biarlah anak menjawabnya sesuai dengan hasil pengamatannya. Kemudian, produktivitas jawaban anak perlu diapresiasi agar anak semakin mantap untuk berimajinasi dan berani mengemukakan jawaban secara terbuka. Setelah itu, ajaklah anak untuk menuliskan deskripsi tentang tumbuhan putri malu dengan bantuan pertanyaan Adik Simba.
Pertanyaan tidak harus urut dari kata tanya apa atau siapa. Anak diberi kebebasan untuk menuliskan kalimat-kalimat jawaban berdasarkan pertanyaan yang ia buat sendiri atau dibuat bersama orang tua. Aktivitas ini sangat tepat dilakukan oleh anak-anak yang telah memiliki kemampuan baca dan tulis yang lancar.
Sebagai bahan pengayaan dan juga pengenalan literasi digital, anak diajak pula untuk mencari informasi tambahan tentang putri malu melalui gawai atau laptop (bagi yang punya). Tentu saja ada pendampingan dari orang tua. Berikan kebebasan pada anak untuk memilih gambar tumbuhan putri malu sesuka hatinya. Berikan pula pada anak untuk bercerita tentang tumbuhan putri malu berdasarkan gambar atau tumbuhan asli yang diamatinya. Biarlah anak bercerita dengan bahasanya sendiri.
Refleksi dari aktivitas literasi bersama orang tua dapat disampaikan secara lisan atau tulisan. Anak dapat menuangkannya pada selembar kertas atau dapat menyampaikan pesan melalui gawai disertai emoji. Agar orang tua dapat mendampingi aktivitas literasi keluarga dengan terarah, maka guru atau kepala sekolah juga perlu memberikan pendampingan meskipun secara dalam jaringan (daring).
Dengan demikian, selama masa pandemi covid-19 aktivitas literasi tetap dapat dilakukan tak hanya sebatas membaca saja. Jika di sekolah anak-anak berliterasi bersama teman-teman dan guru, sedangkan di rumah dapat dilakukannya bersama keluarga dengan berbagai kegiatan yang bervariasi. Tak ada buku bacaan, putri malu pun dapat dijadikan sarana berliterasi.
Kendal, 18-09-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
