Harapan yang Sirna
Harapan yang Sirna
Tantangan hari ke-247
#TantanganGurusiana 365 hari
#Pentigraf (62)
Leni benar-benar tak ingin membiarkan ibunya hidup dalam penderitaan terus-menerus. Sepuluh tahun telah berlalu, ibu harus membanting tulang mencari nafkah sendiri untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Ia teringat betul saat ayah yang dicintainya mengalami kecelakaan dan nyawanya tak terselamatkan. Sejak itulah Leni hanya tinggal berdua dengan ibunya.
Kini, wajah ibu tampak berseri-seri. Seorang lelaki gagah berpakaian necis dengan senyum di wajahnya ada di hadapannya. Lelaki yang dikenal ibu beberapa bulan yang lalu datang ke rumah ingin bertemu muka untuk membicarakan hubungannya ke jenjang yang lebih serius. Lelaki itu ingin melamar ibu menjadi istrinya.
Sebenarnya Leni tak ingin membuyarkan kebahagian ibu. Namun, demi kehidupan yang lebih baik maka ia beranikan diri untuk menyampaikan kegundahan hatinya. Lelaki itu memang sama sekali tidak mengira kalau di balik wajah Leni yang tertutup masker itu telah mengenal dirinya. Ya, Leni sangat yakin dengan lelaki pilihan ibu. Begitu laki-laki yang mengaku sebagai pemilik pabrik kertas itu pulang, Leni segera membisikkan sesuatu pada ibu. "Bu, apakah ibu yakin akan menerima lamaran laki-laki yang telah menyerobot tasku di jalan saat aku pulang kuliah kala itu?" Tanpa jawaban sepatah kata pun, seketika itu pula harapan ibu menjadi sirna.
Kendal, 21-09-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
