Malunya Diriku
Malunya Diriku
Tantangan hari ke-238
#TantanganGurusiana 365
#Pentigraf (55)
Hari Ahad pagi aku biasa mengikuti pengajian khusus ibu-ibu di balai dakwah. Seperti biasanya, aku berangkat diantar anak sulungku naik sepeda motor. Aku memboncengnya dengan laju kendaraan yang cukup kencang. Walau sedikit khawatir, aku hanya diam saja sambil berdoa. Alhamdulillah perjalanan selamat sampai ke tujuan.
Sampai di balai dakwah, tempat duduk telah terisi penuh. Aku memang sedikit terlambat. Ketika kusapu pandang ke seluruh ruangan, ternyata masih ada satu kursi kosong di deretan paling depan. Tanpa ragu-ragu, aku bergegas untuk menempati kursi tersebut. Berpuluh pasang mata memandangku penuh tanda tanya. Dengan tenang, aku melangkah pasti di depan mereka. Sedikit pun tak ada rasa grogi atau bersalah. Sebenarnya, ada juga yang tampak berbisik saat melihatku lewat tetapi aku tak mempedulikannya.
Kusalami satu per satu ibu-ibu yang ada di deretan depan. Betapa terkejutnya diriku ketika tiba giliran bersalaman dengan seorang ibu yang duduk di sebelah kursi kosong itu. "Maaf ya Bu, kursi ini sudah diduduki oleh bu nyai istri pak kyai yang akan mengisi pengajian kita hari ini. Beliau sedang ke belakang dulu," ucap si ibu setengah mencegahku. Ups! Betapa malu rasa hatiku saat itu. Tanpa basa-basi, aku pun segera balik dan keluar ruangan.
Kendal, 12-09-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
