Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Penulis Pantang Menyerah

Penulis Pantang Menyerah

Penulis Pantang Menyerah

Tantangan hari ke-235

#TantanganGurusiana 365 hari

Ikut tantangan menulis di blog Gurusiana sama halnya dengan menempa diri untuk menjadi seorang penulis yang konsisten. Bagaimana tidak? Satu hari saja absen tidak mengirim tulisan, sama artinya bagaikan terjun dari sebuah ketinggian. Sebagai peserta, kita dinyatakan gugur alias kena remidi jika masih mau melanjutkan untuk mengikuti tantangan.

Namanya saja tantangan, ya jelas ada risiko yang harus berani ditanggung oleh setiap peserta. Perjuangan dan pengorbanan tentu saja harus dilakukan agar tantangan dapat ditaklukkan. Berbagai kendala pun harus dapat kita singkirkan.

Memang banyak kendala yang sering dialami oleh para peserta, baik kendala yang berasal dari dalam diri sendiri maupun dari hal-hal yang di luar kendali kita. Misalkan saja kendala jaringan atau sistem yang kadang tanpa diduga tiba-tiba terjadi. Jika telah terjadi demikian, maka rasa dag dig dug tentu akan memacu jantung berdegup lebih kencang.

Sebagai pemula, bagiku menulis itu bukan merupakan hal yang mudah. Ada saja hambatan yang mengiringinya. Kadang mengalami kesulitan dalam menghadirkan ide atau gagasan. Bahkan tidak jarang pula menjumpai kesulitan dalam merangkai kata-kata agar menjadi kalimat padu yang bermakna. Maksud hati ingin menyampaikan sesuatu kepada pembaca tetapi kadang susah juga ketika harus menciptakan alur yang lebih enak untuk dicerna.

Sekali melangkah pantang menyerah. Kalimat tersebut akan lebih baik untuk dijadikan sebagai penguat apabila muncul kesulitan demi kesulitan dalam menulis. Tulis saja apa yang ingin ditulis juga dapat dijadikan sebagai jembatan yang akan menghubungkan langkah kita untuk mencapai tujuan.

Bagaikan anak kecil yang sedang berlatih untuk berjalan. Jatuh dan jatuh bisa saja kerap terjadi. Namun, apakah setelah jatuh kita akan membiarkan diri tanpa melangkah lagi? Tentu saja tidak. Tak perlu mengeluh atau berhenti melangkah. Justru rasa sakit yang dirasakan dapat dijadikan sebagai pengalaman agar langkah selanjutnya menjadi lebih mulus atau lancar.

Betapa senangnya jika kita mampu menghasilkan sebuah tulisan yang menarik dan berguna bagi sesama. Itu artinya kita dapat berbagi suatu kebaikan. Nah, untuk menghasilkan tulisan yang menarik dan tepat sasaran tentu saja dibutuhkan latihan yang tak cukup hanya sekali atau dua kali saja. Itu sebabnya, pantas saja jika ada yang berpendapat bahwa menulis itu butuh proses.

Kadang ide yang kita tuangkan mengalir begitu saja. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan saatnya tulisan diswasunting justru masih saja terdapat kekeliruan. Untuk memperbaikinya kadang justru membutuhkan waktu yang lebih lama daripada saat menuliskan ide atau gagasan. Tak ada hasil yang akan terwujud tanpa melalui proses. Jika ingin mendapatkan hasil yang bagus tentu saja perlu diimbangi proses yang bagus pula.

Trial and error dapat dijadikan sebagai acuan ketika kita sedang berproses. Lelah dan letih pasti akan dialami, tetapi berani untuk terus melatih diri dan mencoba akan membuka peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Prinsip pantang menyerah perlu dipegang teguh jika kita memang telah terobsesi untuk menjadi seorang penulis.

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post