Rezeki Tak Terduga
Rezeki Tak Terduga
Tantangan hari ke-252
#TantanganGurusiana 365 hari
Beberapa hari kondisi badan cukup lelah dan butuh istirahat. Tenaga yang terkuras untuk menyelesaikan berbagai tugas dan pekerjaan memang perlu distabilkan. Pijat dan urut biasa menjadi pilihan untuk memulihkan kondisi badan. Meski demikian, sedikit pun tak ada rasa menyesal atau mengeluh. Semua kujalani dengan senang hati dan tetap semangat menggapai rida Illahi.
Siang itu datanglah seorang tamu di kala aku bersujud menunaikan kewajiban. Si kecil menyampaikan pada tamu itu untuk menungguku. Selesai salat, aku segera menuju ke ruang tamu. Oh, rupanya seorang ibu hendak menawarkan pakaian. Sejenak aku berpikir, bagaimana mau membeli ya kalau tidak ada anggaran? Apalagi tanggal sudah mencapai batas akhirnya di bulan ini.
Tak peduli aku mau membeli atau tidak, si ibu yang telah berumur di atas usiaku tetap saja menggelar seluruh dagangannya di lantai ruang tamu. Aku biarkan saja sambil mencoba memilah- milih walau sebenarnya tak ada niat untuk membelinya. Si kecilku yang masih duduk di kelas tiga Sekolah Dasar (SD) ikut-ikutan memilih. Sekali melihat setelan kaos bergambar worms zone, ia langsung mengambilnya. Tidak tanggung-tanggung dia juga mengambilkan untuk kakak perempuannya yang sedang tidur.
Tanpa basa-basi, kaos dan celana langsung saja dipakai. Lalu dengan santainya ia pergi bermain begitu saja. Melihat sikapnya, aku hanya bisa tersenyum dan akhirnya terjadilah tawar-menawar. Harga pun disepakati. Sambil mengulurkan uang, dalam hati aku berkata mudah-mudahan si penjual senang karena mendapat rezeki dan anakku pun senang karena punya kaos baru. Tak lupa aku pun berharap semoga Allah meluaskan rezeki untukku.
Aku memang sering berbelanja atau membeli sesuatu selain untuk memenuhi kebutuhan juga diniati untuk berbagi rezeki agar seseorang dapat menikmati jerih payahnya saat berjualan. Si ibu penjual pakaian itu memang datang ke rumahku tampak kelelahan dengan penuh rasa pasrah. Ia datang dari jauh menawarkan dagangannya berkeliling desa untuk mengais rezeki. Setelah kubayar, berpamitanlah ia melanjutkan usahanya.
Tanpa sengaja, sore harinya aku menanyakan kabar pada seseorang yang pernah kukenal dalam pelatihan tentang literasi. Dari percakapan ringan saling memberi kabar, aku pun mencoba memperkenalkan buku-buku antologi hasil lomba yang pernah kuikuti. Tanpa bermaksud riya, aku hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas ilmu yang telah ia bagikan. Satu temanku menjadi narasumber saat itu.
Selain mengikuti pelatihan sagu sabu dari Media Guru Indonesia, aku juga suka mengikuti pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh forum-forum lainnya. Setidaknya untuk menambah wawasan dan pengalaman. Selain itu juga untuk menambah banyak teman dan saudara.
Ternyata dari percakapanku dengan dua teman yang pernah bersama dalam pelatihan membuatku berhati riang. Tak hanya saling bercerita tentang aktivitas dan rasa, namun di luar dugaan dua temanku itu merasa tertarik dengan buku-buku antologi yang kuperlihatkan. Aku tak menawarkan untuk membelinya tetapi justru kedua temankulah yang langsung menyampaikan keinginannya untuk membeli buku-buku yang kumiliki.
Kukirimkan delapan sampul buku antologiku yang terdiri atas enam antologi pemenang dan dua antologi bersama penulis senusantara. Sedangkan dua buku tunggalku belum bisa diperlihatkan karena baru kemarin kukirimkan ke penerbit sehingga contoh sampul pun belum kudapatkan. Kedua temanku begitu semangat menanggapi tulisan-tulisanku.
Betapa rasa syukur tiada terhingga karena temanku langsung memesan semua buku yang kumiliki dan siap mentransfer uangnya. Aku pun mengatakan sejujurnya karena masih ada buku antologi yang belum sampai di tangan karena masih harus antre penerbitan. Alhamdulillah temanku bisa memahaminya. Memang benar rejeki itu datang tak terduga untuk hamba-Nya. Allah Maha Tahu apa yang ada dalam benakku.
Aku membelikan baju untuk menyenangkan anak-anak walau uang tinggal pas-pasan. Namun, di sisi lain aku juga ingin berbagi dengan si ibu penjual yang tampak lelah berkeliling mencari pembeli. Ternyata Allah menggantikan rezeki padaku dari pintu yang lain. Rasa syukur dan berbaik sangka memang akan menambah nikmat yang tiada tara.
Kendal, 26-09-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
