Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Tersenyum dalam Duka
Sumber gambar: pinterest.com

Tersenyum dalam Duka

Tersenyum dalam Duka

Tantangan hari ke-253

#TantanganGurusiana 365 hari

Senyum itu ibadah dan senyum itu dapat menyenangkan hati orang lain yang melihatnya. Tentu saja jika haI itu dilakukannya dengan ikhlas. Namun, ada kalanya sebongkah senyum justru dapat membuat orang lain merasa tersinggung atau tersakiti.

Hampir setiap saat kita dapat tersenyum dengan lega. Ada saja hal yang dapat membuat kita jadi tersenyum hingga tertawa. Sebuah keberhasilan, kelucuan, ketidaksengajaan atau bahkan hal menggemaskan bisa saja mengundang senyum tanpa dipaksakan.

Senyum yang terlempar dari bibir seseorang memang ada yang tampak begitu ikhlas tetapi ada juga yang hanya sekedar ingin memuaskan orang lain saja. Bahkan tidak menutup kemungkinan seseorang melempar senyum sebagai bentuk ejekan atau kesinisan. Hal ini tentu saja tidak ingin kita dapatkan baik dari teman atau pun dari orang yang belum kita kenal.

Senyum yang ikhlas akan tercermin dari cara seseorang melakukannya. Sinar mata yang berbinar biasanya mengiringi gerak bibir yang menyenangkan. Terasa menyejukkan bila senyum merekah itu terlempar begitu indah. Lalu, bagaimana ketika hati kita sedang menanggung duka? Dapatkah kita tetap menebar senyum yang mempesona?

Hampir setiap saat seseorang mengalami peristiwa atau kejadian yang berbeda-beda. Kadang menyenangkan tetapi kadang menyedihkan. Di kala terjadi hal yang menyenangkan, senyum akan mudah mengembang. Sebaliknya, ketika terjadi hal yang tak menyenangkan tentu saja senyum merekah akan menjadi tertahan. Apalagi ketika kita sedang mengalami peristiwa duka yang mendalam.

Hadapilah duka dengan tetap melempar senyuman! Kalimat nasihat tersebut memang terasa sangat menyejukkan walau cukup ironis untuk dilakukan. Bagaimana seseorang bisa tersenyum, sedangkan dalam dirinya sedang ada duka? Ya, benar tak semudah itu kita dapat menunjukkannya. Namun, jika kita terlalu larut dalam duka maka sama halnya dengan kita akan terus menyembunyikan senyuman.

Tak ada orang yang mengharap duka terjadi dalam dirinya. Semua ingin segala sesuatu dalam kondisi baik-baik saja. Hadirkan senyum di kala duka memang sulit dilakukan. Namun, di balik duka tentu ada hikmah yang dapat menjadikan seseorang akan tersenyum sesudahnya. Kala duka mendera, berserah diri pada Yang Maha Kuasa akan lebih baik sehingga senyum ceria tak kan hilang begitu saja. Semoga di Ahad siang ini kita semua dapat tersenyum ceria walau satu sama lain belum pernah saling bersua. Salam literasi bersama.

Kendal, 27-09-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post