Belajar Tak Sekadar Mendengar
Belajar Tak Sekadar Mendengar
Tantangan hari ke-285
#TantanganGurusiana 365 hari
Belajar akan terasa sangat menyenangkan apabila dilakukan dengan melibatkan seluruh indra yang dimilikinya. Dalam proses pembelajaran, para siswa tidak hanya sekadar duduk, diam, dan mendengarkan saja ceramah dari gurunya. Namun, aktivitas mengalami sendiri yang disertai adanya interaksi bersama teman-temannya dalam kelompok akan menjadikan mereka lebih bersemangat dan percaya diri.
Banyak ragam cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Selain penggunaan metode pembelajaran yang tepat, pemilihan dan penggunaan media pembelajaran juga merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Kehadiran media pembelajaran akan sangat membantu memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran.
Guru dapat memilih dan menggunakan media pembelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan. Tak ada rotan, akar pun jadi. Pepatah tersebut dapat menjadi penyemangat bagi guru untuk berkreasi dalam memanfaatkan apa saja yang ada di sekitarnya untuk dijadikan media pembelajaran.
Pemanfaatan barang-barang bekas maupun bahan-bahan yang berasal dari lingkungan alam sekitar sebagai media pembelajaran bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan oleh seorang guru. Ketersediaan media pembelajaran memang dapat diperoleh dengan cara membeli, mendapatkan bantuan, atau membuat sendiri. Namun, tidak menutup kemungkinan jika guru juga mampu memodifikasi bahan-bahan dari alam sekitar menjadi media pembelajaran yang menarik.
Klentang adalah salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai media atau alat peraga yang dapat diperoleh dari alam sekitar. Klentang merupakan nama lain dari biji karet. Sementara penulis lebih suka menyebutnya dengan akronim bika. Bika dapat ditemukan di lingkungan sekolah yang berlokasi dekat dengan wilayah perkebunan karet.
Bentuknya yang bulat pipih dapat dimanfaatkan untuk membantu memudahkan siswa dalam belajar Matematika. Penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah di kelas rendah cocok memanfaatkan bika sebagai media atau alat peraganya. Begitu juga dalam mempelajari materi nama dan nilai tempat suatu bilangan.
Agar lebih menarik, bika yang berkulit coklat kehitaman seperti warna telur puyuh itu dapat diwarnai dengan cat. Untuk belajar nama dan nilai tempat, bika perlu dilubangi bagian kedua ujungnya sehingga dapat dimasukkan pada bilah-bilah yang telah disiapkan. Bilah-bilah itu berdiri di atas papan dan ditopang oleh tanah liat atau plastisin yang dimasukkan pada tutup botol bekas yang di balik letaknya.
Sambil berinteraksi dengan teman-temannya, siswa dapat memasukkan bika-bika tersebut pada bilah sesuai dengan bilangan yang dikehendaki. Masing-masing bilah dapat diisi dengan bika yang berbeda warna. Hal ini dilakukan untuk memudahkan siswa dalam membedakan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan.
Penggunaan bika sebagai alat peraga, menjadikan siswa benar-benar mengalami sendiri dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, mereka dapat menemukan sendiri konsep tentang suatu bilangan. Berbekal bika-bika warna-warni, siswa dapat belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. Jadi, saat belajar mereka tidak sekadar mendengarkan saja tetapi mereka benar-benar mengalami sendiri untuk mendapatkan pengetahuan yang sedang dipelajarinya.
Di mana pun seorang guru bertugas, asalkan ada kemauan untuk berkreasi, maka alam sekitar pun siap untuk berkolaborasi. Semoga masa pandemi covid-19 segera berakhir sehingga para siswa dapat kembali berinteraksi dengan teman-temannya dalam situasi pembelajaran yang menyenangkan. Salam literasi. Mari bersahabat dengan alam!
Kendal, 29-10-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
