Gara-gara Lasi
Gara-gara Lasi
Tantangan hari ke-273
#TantanganGurusiana 365 hari
#Pentigraf (72)
Sore hari suhu udara tak seperti biasanya. Rintik hujan mulai turun. Semakin lama semakin deras. Alya semakin asyik dengan bukunya yang sedang ia baca. Bekisar Merah karya kondang Ahmad Tohari itu, benar-benar melarutkannya dalam angan tentang tokoh si Lasi. Lasi yang bernama lengkap Lasiyah adalah gadis desa berwajah ayu yang mirip-mirip keturunan asli Jepang. Alur ceritanya memang sangat menarik dan mengalir begitu deras bak air hujan yang sedang turun membasahi genteng dan tanah di sekitar rumahnya.
Tanpa terasa, lembar demi lembar cerita dilahapnya hingga Alya tertidur dengan lelapnya. Selimut tebal yang membungkus tubuhnya seolah memanjakan Alya dengan kehangatan. Bahkan mampu membuainya dalam mimpi indah bersama Lasi. Alya tak menghiraukan lagi bukunya yang masih terbuka dan tergeletak di atas bantal.
Hampir satu jam Alya terlelap dalam tidurnya. Tiba-tiba tercium bau menyengat menusuk hidung. Alya kaget dan terbangun. Ia segera berlari ke dapur. Betapa terkejutnya saat ia membuka tutup ceret yang ada di atas kompor. Ternyata air di dalamnya telah mengering dan menguap semua. Ceret pun gosong dan benar-benar mengeluarkan aroma tak sedap. Alya bergumam sendiri sambil tersenyum. "Lasi, Lasi. Andai aku tidak tertidur, tentu sore ini aku sudah mandi dengan air hangat."
Kendal, 17-10-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
