Sekadar Bertanya
Sekadar Bertanya
Tantangan hari ke-292
#TantanganGurusiana 365 hari
#Pentigraf (86)
Di tengah perjalanan pulang, hujan turun sangat deras. Alya berteduh di gardu latex sendirian. Kebetulan hari ini Alya tidak membawa jas hujan. Angin bertiup cukup kencang disertai guntur yang berkali-kali menggelegar. Segera Alya mematikan Hand Phonenya. Meski berjaket, namun Alya merasa cukup kedinginan. Jalan di area perkebunan memang cukup sepi. Apalagi hujan siang ini bak seluruh air ditumpahkan ke bumi.
Tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti di hadapan Alya. Keduanya turun, lalu membuka helmnya. Tampaklah dua orang lelaki berwajah menakutkan. Jantung Alya serasa berdegup lebih kencang dari biasanya ketika satu di antara lelaki itu mendekatinya. Alya segera beringsut dari tempat duduknya. Alya semakin ketakutan. Apalagi lelaki yang satunya juga ikut mendekat di sebelah kirinya. Alya berusaha untuk tenang.
Rupanya kedua lelaki itu tahu perasaan Alya yang sedang ketakutan. Kemudian laki-laki yang beralis tebal bertanya, “Maaf Bu, numpang tanya. Desa Kalilumpang itu masih jauh apa tidak, ya? Ini saya berdua akan menghadiri undangan pernikahan di sana.” Mendengar pertanyaan lelaki itu, Alya menjadi sedikit tersipu. Rupanya mereka berdua hanya ingin sekadar bertanya. Setelah berbasa-basi, kedua lelaki itu pergi meninggalkan Alya. Begitu hujan reda, Alya pun segera menghidupkan sepeda motornya. Pulang.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
