Berkerumun tanpa Bicara
Berkerumun tanpa Bicara
Tantangan hari ke-348
#TantanganGurusiana 365 hari
Betapa senangnya ketika pagi hari membersamai anak-anak melakukan aktivitas literasi baca di halaman sekolah. Sebuah pembiasaan yang begitu mengasyikkan untuk membangun generasi literat sejak dini. Mereka tampak berkerumun tetapi tak banyak kata untuk berbicara.
Masing-masing memegang buku bacaan untuk mengisi waktu luangnya sebelum pelajaran dimulai. Duduk bersama temannya tanpa banyak cakap atau pun gerak yang tak berguna, lembar demi lembar buku dilahapnya sebagai suplemen menu penyulut energi untuk menambah wawasan dan ilmu.
Memang dibutuhkan kesabaran dan kerja sama yang saling mendukung antarberbagai pihak untuk mewujudkan tercapainya program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Tak ada kesuksesan tanpa adanya kebersamaan. Itu sebabnya, perlu ada kemitraan antara sekolah dan pihak-pihak yang peduli dengan literasi membaca.
Bukan suatu hal yang mudah untuk membangun sebuah kesadaran akan pentingnya membaca. Perlu keteladanan, sarana dan prasarana serta kerja sama yang mantap dengan berbagai pihak. Kegemaran membaca memang perlu dibiasakan sejak dini. Bangku sekolah menjadi salah satu tempat yang sangat cocok untuk membentuk komunitas membaca dan menulis.
Tersedianya buku-buku bacaan yang menarik perhatian dan tempat baca yang nyaman dapat memacu semangat untuk berliterasi tanpa dipaksakan. Sambil duduk-duduk santai anak-anak dapat bercengkerama dengan berbagai cerita dalam buku yang dibacanya. Anak-anak sekolah adalah generasi penerus bangsa. Mereka perlu dibekali dengan pembiasaan-pembiasaan literasi sebelum mempelajari berbagai mata pelajaran di kelasnya.
Tugas guru di sekolah memang tidak hanya mengajar saja. Namun, mendidik anak-anak agar memiliki jiwa dan karakter bangsa yang mantap tidak lepas dari tanggung jawabnya. Salah satu karakter yang perlu ditanamkan adalah rasa ingin tahu. Semakin tinggi rasa ingin tahu yang dimiliki oleh anak-anak, maka diharapkan akan semakin tinggi pula kesadaran untuk menuntut ilmu.
Karakter anak-anak memang perlu dibentuk melalui pembiasaan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Mereka lebih senang berkumpul dan berkerumun dengan teman-temannya. Tak terelakkan kadang terjadi saling olok atau perselisihan yang berujung pertengkaran. Bahkan tak jarang pula setelah bertengkar muncul tangisan. Kemudian kembali lagi bersama-sama dalam kerumunan. Memang seperti itulah dunia anak-anak.
Adanya aktivitas literasi di waktu luang, tentunya banyak manfaat yang didapat. Selain menambah wawasan, tentunya aktivitas berkerumun tanpa bicara itu dapat menghindarkan anak-anak dari tindakan-tindakan yang dapat memicu perselisihan atau pertengkaran. Mereka seolah telah disibukkan dengan aktivitas sendiri-sendiri. Satu sama lain menjadi saling terpengaruh untuk membaca.
Berkerumun memang sangat berpotensi terjadinya penyebaran dan penularan virus suatu penyakit. Termasuk aktivitas berkerumun dalam literasi. Namun, virus yang ditularkan dalam berkerumun tanpa bicara sebelum pandemi covid-19 melanda justru merupakan virus yang memang perlu disebarluaskan untuk menebar kebaikan. Ia adalah virus literasi.
Kendal, 31-12-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
