Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Gaya Berlari Usai Berliterasi
Sumber gambar: dokpri

Gaya Berlari Usai Berliterasi

Gaya Berlari Usai Berliterasi

Tantangan hari ke-346

#TantanganGurusiana 365 hari

Pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini sudah hampir setahun belum juga berlalu. Berbagai aktivitas di sekolah banyak yang terhenti. Kebersamaan dalam mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tak lagi tampak mewarnai aktivitas pagi di sekolah kami. Sedih rasanya, di kala semangat sedang menggebu ingin membangun generasi literat sejak dini ternyata harus terhalang oleh pandemi.

Rasa rindu yang mendayu ternyata semakin hari semakin menggebu dalam kalbu. Semarak berliterasi yang dikemas dalam aktivitas membaca bersama di halaman sekolah, kini tinggallah kenangan. Masih terlukis dengan jelas di pelupuk mata ini, tangan-tangan mungil dengan buku dalam pangkuannya, selembar demi selembar mereka baca dengan aura menyejukkan dan menggembirakan. Seolah mereka benar-benar sedang berselancar mengarungi samudra ilmu untuk menaklukkan indahnya dunia.

Sebuah cerita maupun bahan bacaan lainnya mereka lahap sepenuh nikmat. Itulah menu sarapan pagi kedua yang mampu membangkitkan selera untuk terus merasa lapar dan haus akan berbagai ilmu, pengetahuan, dan wawasan. Betapa senangnya diri ini ketika mereka mendengar kentong yang dibunyikan sebagai tanda aktivitas literasi dimulai, dengan spontan masing-masing anak segera menenteng buku bacaan yang diambilnya di rak pojok baca maupun kotak mini. Dengan semangat, mereka masing-masing menempatkan diri di halaman sekolah untuk duduk berkumpul dan membaca bersama teman-temannya.

Sebuah pembiasaan yang tercipta atas kerja sama yang baik dari berbagai pihak, benar-benar terasa indah untuk dilukiskan dengan kata-kata. Saling berbagi dan mendengarkan cerita dari teman, tanpa terasa memunculkan keberanian dan rasa percaya diri untuk mengungkapkan kembali apa yang telah dibaca dan dipahaminya. Sungguh semua itu merupakan suatu pemandangan pagi yang sangat menyenangkan hati. Di bawah hangatnya sinar mentari, semangat berliterasi sedikit demi sedikit mulai terpatri.

Meski mereka adalah anak-anak di pelosok negeri, namun mereka telah memiliki semangat berliterasi yang patut untuk diapresiai. Tak lupa, usai melakukan aktivitas literasi, mereka pun berlari dengan gaya yang membuat diri ini merasa geli. Tanpa mereka sadari, buku yang baru dibacanya memacu kaki untuk melangkah berlari dan menempatkannya kembali di kotak baca mini. Sebuah kenangan yang tak mudah untuk dilupakan. Kapankah dapat kusaksikan lagi gaya berlari mereka usai berliterasi? Salam literasi.

Kendal, 27-12-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post