Guruku, Sentuhan Kasihmu Bangkitkan Semangat dan Prestasiku
Guruku, Sentuhan Kasihmu
Bangkitkan Semangat dan Prestasiku
Oleh Robingah, S.Pd.SD
Tantangan hari ke-327
#TantanganGurusiana 365 hari
#lombadesember 2020.mediaguru.id
Bercerita tentang kasih guru yang tak berbilang, tentu saja bagi masing-masing orang memiliki kenangan tersendiri. Sebutan guru, bagiku tak hanya terbatas pada orang yang bertugas mengajar dan mendidik para siswanya di depan kelas saja. Namun, tanpa mengurangi rasa hormat dan bakti seorang siswa di sekolah, di sanggar tari pun kita dapat mengenang jasa seorang guru. Benarkah demikian?
Pengalaman Mengesankan
Masih teringat dalam pikirku, di kala angan sedang melambung ingin melanjutkan kuliah pada jurusan seni tari di IKIP Negeri Semarang (sekarang UNNES), ternyata fakta berbicara lain. Pada tahun 1988 aku dinyatakan lolos tes Sipenmaru (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang diumumkan lewat koran. Namun, di balik rasa gembiraku, orang tua justru menyampaikan ketidaksanggupannya untuk mencari biaya. Aku pun tak berani memaksakan kehendak.
Beruntung, saat itu sanggar tari Arum Sari baru saja didirikan di desaku. Pimpinannya bernama Dra. Sri Rumsari Listyorini yang lebih familier dengan panggilan Mbak Lis. Beliau lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta. Tanpa ragu, segera kudaftarkan diri untuk menjadi salah satu cantrik atau siswanya. Latihan demi latihan kuikuti dengan rajin dan sungguh-sungguh.
Tiba waktunya ujian, aku pun maju dengan mantap untuk menampilkan tari Kebyar. Betapa senangnya hati ini ketika hasil diumumkan, ternyata namaku disebut sebagai peraih nilai terbaik di antara teman-teman lainnya dan piagam pun kuterima. Sejak itulah, aku menjadi semakin bersemangat untuk terus berlatih dan berlatih.
Bagiku, Dra. Sri Rumsari Listyorini memang memiliki kelembutan dan kasih sayang luar biasa terhadap siswa-siswi asuhannya. Dengan penuh kesabaran dan senyuman, beliau mengajarkan banyak hal. Sentuhan lembut dan kasih sayangnya dalam latihan, menjadikanku mengenal beragam jenis tarian, kostum, tata rias dan pola lantai atau komposisi tari. Bahkan berbagai pengalaman pentas pun masih terngiang di kepalaku.
Selain tampil di arena panggung dalam acara-acara penting, pernah pula aku diajak tampil di pendapa kabupaten dan sanggar tari pimpinan Didik Nini Thowok Jogjakarta. Waktu itu, aku diajak menginap di rumah orang tua Dra. Sri Rumsari yang berada di Magelang. Selanjutnya, diajak tampil bersama teman-teman untuk mengisi acara gelar budaya di TVRI stasiun Jogjakarta.
Di antara sekian kali pentas tari yang pernah kuikuti, ada satu pengalaman yang sangat mengesankan. Saat itu, sanggar tari Arum Sari pimpinan Dra. Sri Rumsari (Mbak Lis) mendapat kesempatan untuk menampilkan berbagai tarian khas daerah di anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kebetulan aku ikut terpilih untuk mewakili kontingen sanggar tari dari Kabupaten Banjarnegara.
Pada saat harus giat berlatih, ternyata aku jatuh sakit. Di luar dugaan, pada suatu malam Mbak Lis selaku guru tari datang menjengukku. Melihat kedatangannya bersama teman-teman dari sanggar, seolah rasa sakit di sekujur tubuhku menjadi hilang. Semangatku bangkit kembali. Akhirnya latihan pun dapat kuikuti lagi dan pentas seni tari bersama teman-teman di TMII Jakarta berjalan dengan sukses dan lancar.
Terima Kasih Guruku
Beberapa waktu berselang, dengan senang hati aku menerima tawaran untuk menjadi asisten pelatih di sanggar tari tersebut. Sejak itu, pengetahuan dan keterampilan menariku semakin bertambah. Setiap seminggu sekali para asisten pelatih mendapatkan tambahan materi tersendiri dari pimpinan sanggar.
Aku semakin percaya diri. Jadwal melatih pun menjadi semakin padat. Setelah diangkat menjadi seorang guru (PNS), ternyata bekal seni tari yang kudapatkan dari sanggar tari pimpinan Mbak Lis dan tambahan dari berbagai pelatihan tari lainnya dapat kutularkan pada anak-anak didikku melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Banyak piagam dan piala hasil lomba tari dari anak-anak didikku yang dapat mendukung portopolioku saat mengikuti lomba guru prestasi dan kepala sekolah prestasi jenjang sekolah dasar di tingkat kabupaten. Alhamdulillah dari kedua lomba tersebut, piala pun dapat kuraih. Terima kasih guru tariku. Perhatian dan sentuhan kasihmu ternyata mampu membangkitkan semangat dan prestasiku. Kini, pengalaman menjadi guru ekstrakurikuler seni tari ternyata dapat kutulis menjadi sebuah buku ber-ISBN dengan judul “Ternyata Kita Bisa”.
Kendal, **(censored)**
Penulis bernama Robingah, S.Pd.SD lahir di Banjarnegara, 21 Januari 1970. Sejak 2019 ia bertugas sebagai Kepala Sekolah di SDN Sukomangli, Kec. Patean, Kab. Kendal, Jawa Tengah. Alamat surel yang dimilikinya adalah **(censored)** dan nomor HP/WA aktifnya **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
