Pojok Baca yang Kurindu
Pojok Baca yang Kurindu
Tantangan hari ke-345
#TantanganGurusiana 365 hari
Bagaimana aku tak merasa rindu? Sebuah foto masih tersimpan di galeri gawaiku. Begitu jelas terpampang ekspresi anak-anak didikku ketika sedang menikmati lembar demi lembar cerita dalam sebuah buku. Mereka duduk lesehan beralas karpet biru. Bersama teman-teman, mereka mengisi waktu luang di pojok baca yang cukup nyaman. Pagar kayu yang bercat warna-warni menjadi pemanis sekaligus pengaman agar tak ada gangguan saat aktivitas membaca berlangsung.
Anak-anak adalah generasi harapan yang layak dipersiapkan untuk melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan. Berbagai pembiasaan perlu diterapkan demi menyongsong masa depan. Ada pembiasaan penanaman pendidikan karakter dan ada pula pembiasaan kegiatan literasi. Semua dilaksanakan seiring dengan aktivitas pembelajaran.
Membaca buku bacaan atau buku cerita sebelum pelajaran dimulai, sedikit demi sedikit telah terpatri menjadi sebuah menu harian yang tak membosankan. Waktu luang pun telah mulai banyak dihabiskan untuk bersanding dan bercengkerama dengan buku-buku pilihan. Sungguh merupakan suatu pemandangan yang sangat menyenangkan dan mengesankan sebelum pandemi covid-19 datang.
Adanya pandemi covid-19 yang berkepanjangan, memang telah memengaruhi banyak aktivitas harian di sekolah. Gema literasi yang sedang hangat-hangatnya diperdengarkan dan aksinya dituangkan harus terhenti untuk beberapa waktu lamanya. Saling bergilir dan bertukar buku bacaan pun menjadi tak lagi tampak dengan semarak. Semua aktivitas literasi di sekolah beralih ke rumah.
Baik guru maupun anak-anak, tentu merasakan rindu untuk kembali bertemu satu sama lain. Para guru juga dapat merasakan kegelisahan anak-anak dan orang tua yang telah cukup lama melakukan belajar dari rumah. Namun, apa hendak dikata? Walau rasa rindu begitu menggebu tetapi kita semua harus tetap bisa bertahan. Utamakan kesehatan. Proses pembelajaran di rumah tanpa bimbingan dan arahan dari guru memang terasa membosankan.
Pojok baca yang merupakan salah satu sarana berliterasi dan sumber belajar itu, ternyata menyimpan banyak kenangan. Indahnya kebersamaan antara guru, orang tua, dan para mitra sekolah lainnya adalah bukti kesungguhan adanya saling mendukung dan saling menguatkan demi pencapaian sebuah program. Pengadaan satu buku satu anak dan pembuatan pojok baca di dalam kelas menjadi bagian penting dalam program pengembangan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Aksi nyata tersebut telah menjadi agenda bersama tanpa ada pihak yang merasa dipaksa.
Sungguh, sebuah kemitraan yang terbangun atas dasar kerelaan yang luar biasa. Kesadaran bersama bahwa untuk meraih sebuah kesuksesan harus ada perjuangan dan kebersamaan menjadi modal yang sangat berharga. Untuk mengembangkan budaya literasi baca dan tulis memang selalu saja ada rintangan dan halangan. Akan tetapi jika rasa persatuan dan kesatuan terjalin dengan kokoh di antara sesama pemangku kepentingan, maka hasil pun akan selaras dengan usaha.
Walau hanya sekadar menciptakan aktivitas dan kreativitas dalam sebuah pojok baca, namun tak boleh kita mengenyampingkan andil atau peran serta para orang tua siswa. Kini, masa pandemi belum berakhir. Tentu saja untuk tetap mendengungkan gema literasi di rumah, guru dan orang tua tetap harus bisa menjalin kerja sama sehingga semangat anak-anak untuk berliterasi seperti ketika mereka berada di sekat pojok baca tetap dapat terlaksana.
Bukan pojok sembarang pojok yang kurindu. Namun, pojok baca dengan segala aktivitas di dalamnya yang membuat pikir semakin terasah dan tak lagi terpenjara. Tak hanya menyediakan berbagai cerita, pojok baca juga dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang mampu membuai anak-anak untuk melanglang buana tanpa banyak kata. Itulah pojok baca yang kurindu. Salam literasi.
Kendal, 28-12-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
