Tiga Mobil Satu Pot Bunga
Tiga Mobil Satu Pot Bunga
Tantangan hari ke-347
#TantanganGurusiana 365 hari
Kedatangan tamu-tamu penting di sekolah merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami. Baik dewan guru, kepala sekolah, komite sekolah, wali murid, dan anak-anak didik menyambutnya dengan rasa gembira. Apalagi tamu-tamu tersebut bukan tamu biasa. Mereka datang dari Jakarta yang merupakan tim profesional yayasan peduli pendidikan, Tanoto Foundation.
Rombongan tamu datang dengan tiga mobil hitam yang bagus-bagus. Sampai di halaman sekolah para tamu pun disambut dengan tangan terbuka oleh seluruh warga sekolah. Mereka tampak begitu familier bertemu dengan anak-anak didik kami yang jauh dari kota. Seolah-olah antara tamu dan anak-anak didikku sudah saling mengenal satu sama lain. Keakraban benar-benar terjalin tanpa terasa.
Keluguan anak-anak didik kami sedikit pun tak menunjukkan rasa takut atau malu untuk saling bertegur sapa. Mereka justru menyambut para tamu bak kedatangan saudara dari jauh. Apalagi ketika mereka tahu akan diambil gambarnya. Dengan semangat, senyum ceria di bibir anak-anak segera mengembang.
Setelah duduk bersama di ruang tamu dan menyampaikan maksudnya, maka para tamu kupersilakan untuk melakukan tugasnya. Mereka ingin mengambil gambar anak-anak didik kami sebagai salah satu bukti konsistensi kemitraan sekolah kami dengan program PINTAR Tanoto Foundation.
Beberapa anak dipilih untuk mewakili pengambilan gambar yang berlokasi di tengah perkebunan karet dekat sekolah. Tak lupa, salah satu rekan guru juga mengambil foto ketika tiga mobil masih diparkir di halaman sekolah. Lalu, ia pun ikut mendampingi pengambilan gambar akting anak-anak dengan naik mobil tamu tersebut.
Anak-anak berseragam merah putih dengan tas punggung lengkap dengan sepatunya, segera bergegas ikut naik mobil tamu tersebut. Kemudian mobil melaju menuju ke lokasi pengambilan gambar. Area perkebunan karet memang sangat cocok untuk menjadi latar pengambilan gambar atau pemotretan.
Tidak semua anak ikut dalam pengambilan gambar tersebut. Hanya sekitar sepuluh anak yang telah dipilih untuk mewakili masing-masing kelas. Sebenarnya semua anak ingin ikut tetapi dari para tamu hanya membutuhkan beberapa anak saja. Tsoi Wan Clara Fung adalah salah satu perwakilan dari anak didik kelas satu. Wajahnya yang khas Hongkong, memang memiliki daya tarik tersendiri. Meskipun anak desa, Clara yang keturunan Hongkong itu memang termasuk anak perempuan yang pemberani.
Beberapa jam kemudian, pengambilan gambar selesai. Tamu-tamu pun segera berpamitan. Ya, meski sekolah tersebut berlokasi jauh di pelosok desa, namun kala itu memang sering kedatangan tamu-tamu penting dari Tanoto Foundation maupun beberapa tamu jurnalis dari berbagai media massa. Adanya kemitraan yang dibangun bersama betul-betul memberikan semangat bagi guru, kepala sekolah, komite, dan wali murid untuk maju.
Sehari sesudah kedatangan tamu-tamu tersebut, seorang rekan guru ternyata ingin menyampaikan sesuatu. Ternyata ia menyimpan tanda tanya tentang sebuah foto hasil jepretannya. Aku pun turut mengamati foto yang dianggap aneh oleh temanku itu. Dia mengatakan kalau dalam fotonya ada sebuah pot menggantung di pohon mangga. Padahal kenyataannya di pohon besar itu sama sekali tak ada pot yang menggantung di dahannya.
Aku mulai curiga dengan info yang disampaikan dengan serius oleh temanku itu. Pasalnya, ia benar-benar merasa penasaran kenapa dalam foto itu dengan jelas nampak ada pot bunga yang menggantung. Setelah kuamati dengan jeli, aku pun segera meminta temanku untuk mengamati teras di depan ruang kelasnya. Hahaha, akhirnya kami malah tertawa bersama.
Rupanya temanku lupa ketika mengambil foto tiga mobil di halaman itu posisinya dari pojok teras ruang guru. Ternyata, sebuah pot yang menggantung di depan ruang kelasnya ikut terbidik oleh kamera di gawainya. O, begitu ya cerita yang terjadi setahun yang lalu sebelum ada pandemi covid-19 datang bertamu pula ke negeri ini. Salam literasi.
Kendal, 30-12-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
