Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 365 Hari Menulis tanpa Jeda
Sumber gambar: pixabay.com

365 Hari Menulis tanpa Jeda

365 Hari Menulis tanpa Jeda

Tantangan hari ke-365

#TantanganGurusiana 365 hari

365 hari bukanlah waktu yang singkat bagiku untuk menaklukkan sebuah tantangan dahsyat. Apalagi menulis tanpa jeda yang diselenggarakan oleh group facebook Media Guru Indonesia (MGI) melalui blog Gurusiana. Betapa tidak? Bayangkan saja, seorang penulis pemula sepertiku kok berani-beraninya mengikuti tantangan menulis tanpa jeda.

Tantangan yang benar-benar menguji nyali dan kedisiplinan diri ini berawal dari 30 hari pertama berlanjut menjadi 60, 90, 180, 270, dan akhirnya menuju 365 hari. Sungguh merupakan sebuah perjuangan yang membutuhkan kesabaran, kehati-hatian, dan tentunya ada juga debar-debar kekhawatiran ketika sinyal atau sistem sedang kurang bersahabat di kala tulisan harus segera dikirim ke blog Gurusiana.

Sehari, dua hari memang terasa sangat menyiksa karena belum terbiasa. Apalagi menghadirkan ide-ide istimewa yang menarik untuk dibaca itu masih tertatih-tatih. Namun, dengan niat yang lurus untuk terus belajar dan berbagi kebaikan akhirnya jari-jemari pun seolah menjadi semakin peka untuk berkompromi dengan pikir dan rasa yang ingin selalu terasah dalam rangkaian kata-kata.

Satu per satu judul tulisan mulai tertera dalam blog Gurusiana, sebuah blog yang digunakan sebagai sarana untuk mengunggah tulisan para penulis baik yang mengikuti tantangan atau tidak. Canggung dan merasa tak percaya diri dengan tulisan sendiri menjadi salah satu hal yang membuatku merasa butuh teman untuk memotivasi dan menguatkan. Tanpa rasa malu, aku pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya ke sana ke mari.

Rasanya ingin tertawa sendiri ketika teringat kala itu. Hanya karena masih belum paham cara mengirimkan tulisan ke blog, e...ternyata rasa dag dig dug tidak beraturan muncul bergemuruh disertai keringat bercucuran membasahi badan. Kenapa bisa begitu ya? Iya, memang begitulah adanya. Takut gugur jelas terasa karena jika gagal menulis dan mengunggahnya sehari saja, konsekuensinya adalah remidi atau mengulang dari awal lagi alias gugur dalam tantangan.

Namanya saja tantangan. Ya pasti ada risikonya. Berani mencoba dan terus mencoba pada gilirannya menjadi bisa. Walau pelan asalkan mau berusaha ternyata lama-lama menjadi lancar juga. Kehabisan ide? Bisa iya bisa juga tidak. Semua tergantung hati, pikir, dan rasa.

Kadang sebuah ide bersembunyi begitu rapatnya. Begitu muncul, kadang malah sebaliknya. Berbondong-bondong seolah banyak ide yang muncul berebut ingin segera dituliskan menjadi sebuah warta atau cerita. Kadang ide lancar mengalir begitu saja ketika awal menulisnya. E...tahu-tahu di tengah jalan mogok tanpa terduga. Bahkan sempat pula, sebuah tulisan telah siap sedia untuk dikirim ke blog Gurusiana tiba-tiba sinyal menghilang atau aliran listrik menggoda di jam-jam cinderella. Beruntunglah, walau harus menghadapi berbagai kendala ternyata bisa melewatinya.

Kuikuti tantangan menulis tanpa jeda pertama kali tanggal 19 Januari 2020. Selang 4 hari dengan para peserta lainnya yang sudah lebih dulu mengikutinya. Hobi menulis memang sudah ada. Meski terlambat, namun tak apalah. Aku merasa yakin saja untuk mengikutinya. Pelan tapi pasti. Itulah prinsip yang kupakai untuk memotivasi diri.

Setelah berhasil menjawab tantangan 30 hari kemudian kulanjutkan untuk mengikuti tantangan 60 hari. Rasanya semangat untuk terus menulis semakin membara. Apalagi selama 30 hari lolos dalam tantangan dapat mengajukan piagam warna biru ke Media Guru Indonesia melalui form yang telah disediakan. Selanjutnya piagam perak, emas, dan platinum. Ternyata rasa terpacu untuk terus menulis semakin menggebu bahkan seperti telah terkena candu. Hingga akhirnya sampai pada tantangan menulis 365 hari dapat terlaksana.

Aku sangat bersyukur pada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan berupa kesehatan dan kesempatan sehingga aku bisa menaklukkan tantangan dahsyat menulis tersebut. Bermodal tekad dan foto-foto kegiatan, aku susun sebuah tulisan untuk mengabadikan sebuah momen-momen tertentu seraya berbagi kebaikan. Setelah membaca tulisan-tulisan teman, akhirnya aku pun berani untuk mengembara dengan memunculkan daya imajinasi dalam goresan cerita.

Untuk menjawab tantangan menulis tanpa jeda, kadang aku menulis kolom, puisi, reportase, cerita anak, pentigraf, dan naskah antologi atau naskah lomba. Aku tak ingin gugur atau terjun bebas dari sebuah ketinggian tangga yang telah kulewati dengan penuh perjuangan. Itu sebabnya, disiplin diri selalu kuupayakan. Walau kadang rasa lelah dan mengantuk meminta haknya untuk menghentikan sejenak aktivitas yang kulakukan, namun semua itu kutepis dengan harapan agar tantangan dapat kutaklukkan.

Sifat lupa yang kadang terselip di antara berbagai kesibukan kadang juga datang menghadang sehingga aku pun benar-benar merasa teruji untuk menjaga konsistensi diri. Itu sebabnya, aku sangat membutuhkan dukungan dan semangat dari banyak pihak untuk menguatkan. Terima kasih kuucapkan pada tim Media Guru Indonesia dan semua pihak yang telah mendukungku untuk mencapai puncak tantangan ini. Semoga menjadikan amal ibadah yang ikhlas dan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Aamiin. Salam literasi.

Kendal, 17-01-2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post