Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Klinik Baca Peduli
Sumber gambar: dokpri

Klinik Baca Peduli

Klinik Baca Peduli

Tantangan hari ke-349

#TantanganGurusiana 365 hari

Banyak jalan menuju ke Roma. Banyak jalan pula yang dapat ditempuh untuk mewujudkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gema literasi memang perlu terus didengungkan agar anak-anak menjadi bersemangat untuk membaca.

Literasi baca dan tulis sudah seharusnya menjadi budaya bagi anak-anak sejak dini. Baca dan tulis adalah dua keterampilan yang saling berkaitan satu sama lain. Di samping itu, keduanya juga merupakan pondasi untuk menguasai berbagai pengetahuan dan kecakapan hidup yang lain.

Kemampuan membaca dan menulis bagi tiap-tiap anak tentu saja tidak sama. Ada yang dapat dengan mudah menguasainya dalam waktu singkat tetapi ada pula yang sebaliknya. Bagi anak-anak yang mengalami lambat dalam membaca, tentu membutuhkan perhatian khusus dari sang guru. Bahkan, tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan kepedulian dari teman-teman lainnya yang sudah terampil membaca.

Salah satu bentuk kegiatan untuk memberikan layanan bagi anak-anak yang masih lambat dalam membaca adalah dengan mengadakan klinik baca. Klinik baca yang dimaksud di sini hanyalah sebatas perumpamaan saja. Kegiatannya bertujuan untuk melatih kepedulian bagi anak-anak yang sudah terampil membaca agar mau membantu teman atau adik kelasnya yang belum lancar membaca.

Duduk lesehan di luar ruang kelas menjadikan suasana terasa lebih santai. Di klinik baca itulah, anak-anak yang lambat membaca dapat memperoleh layanan atau bimbingan membaca dari temannya. Interaksi yang terjadi di antara mereka dapat mencerminkan adanya rasa saling memberi dan menerima untuk menciptakan budaya baca.

Sekolah sebagai tempat untuk belajar menjadi terasa menyenangkan di kala antaranggota di dalamnya saling peduli dan saling memperhatikan. Di sela-sela waktu luang, kakak-kakak kelas dapat diarahkan untuk menyisakan waktunya mendampingi adik kelas yang perlu dibantu dalam belajar membaca. Sementara, untuk anak-anak yang masih lambat membaca dimotivasi untuk terus berusaha dan tidak putus asa.

Buku-buku cerita, kartu huruf atau kartu kata, dan media baca sederhana yang dimiliki oleh sekolah dapat digunakan sebagai bahan untuk bimbingan membaca di tempat klinik baca peduli. Tentu saja hal ini tidak lepas dari pantauan tim GLS yang ada. Meskipun kakak-kakak kelas telah tahu tugasnya sebagai pembimbing dalam klinik baca, namun guru yang menjadi tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS) juga tetap ikut mendampinginya.

Tugas memberikan layanan bimbingan membaca di klinik baca dapat dilakukan secara bergilir. Waktunya pun dapat dijadwalkan secara teratur. Yang penting, kegiatan di tempat klinik baca peduli tidak sampai mengganggu kegiatan belajar yang utama. Kegiatan di klinik baca cukup beberapa menit saja.

Adanya klinik baca peduli, diharapkan dapat memotivasi anak-anak yang lambat membaca untuk terus meningkatkan kemampuannya. Diharapkan pula tidak ada rasa malu atau malas untuk menerima bimbingan dari teman. Keharmonisan dalam kegiatan literasi memang perlu dipupuk agar semangatnya tidak sampai layu sebelum berkembang. Salam literasi.

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post