Nasib Brintik dan Brontok
Nasib Brintik dan Brontok
Brintik terpisah dari Brontok
Tantangan hari ke-354
#TantanganGurusiana 365 hari
Jalu benar-benar merasa kasihan pada Brontok. Ayam jantan kesayangannya itu tampak sangat kesakitan. Kakinya terluka dan berdarah. Ia tidak bisa berjalan. Jalu sedang mendekam ketika ditemukan oleh Jalu di kebun milik tetangga.
Jalu mengangkatnya dan membawanya pulang. Sampai di rumah diambillah betadin yang tersimpan di kotak obat. Lalu diteteskanlah kaki si Brontok yang terluka itu dengan hati-hati. Brontok sedikit mengerang. Kemudian Jalu mengambil gunting untuk memotong kaos bekas yang sudah tak terpakai lagi.
Kaki Brontok dibalut oleh Jalu dengan potongan kain kaos tersebut. Jalu dapat merasakan betapa sakitnya si Brontok. Usai membalut kaki Brontok, Jalu mengelus-elus kepala Brontok. "Percayalah, esok kakimu akan sembuh. Sabar ya Tok," kata Jalu pada si Brontok. Brontok merasa sedikit terhibur.
Andai Brontok bisa berbicara seperti manusia, sebenarnya ia ingin sekali mengadu pada Jalu. Namun, apalah daya. Dunia mereka berbeda. Jalu bukanlah Nabi Sulaiman atau Angling Darma yang dapat berbicara dengan hewan. Meski kakinya terasa sakit, Brontok hanya bisa menahannya saja.
Siang itu, Brontok ingin mencari kawan sesama ayam jantan di sekitar kebun tetangga Jalu. Brontok sengaja tidak ingin mengajak si Brintik saudaranya. Brintik adalah ayam betina yang cantik. Meski bulu-bulu berintiknya menarik tetapi si Brontok juga ingin berteman dengan sesama ayam jantan seusianya.
Sambil menunggu ada teman yang datang, Brontok mengais-ngais sampah di kebun milik tetangga Jalu. Di antara onggokan sampah tersebut memang sering terdapat sisa-sisa makanan yang menggiurkan. Brontok tidak berpikir tentang bahaya yang mengancam dirinya. "Asyiiiik, ada sisa-sisa jagung manis yang direbus!" teriak si Brontok dengan riang gembira.
Begitu senangnya mendapatkan sisa-sisa jagung manis, ternyata si Brontok lupa dengan si Brintik yang ditinggalkannya begitu saja. Ia terus mengais-ngais onggokan sampah itu. "Keok, keok, keok." Tiba-tiba si Brontok terdengar berkeok-keok cukup keras.
Ternyata, tanpa sengaja kaki si Brontok mengenahi serpihan batu yang cukup tajam saat mengais-ngais sampah. Telapak kaki Brontok seketika itu mengeluarkan darah yang cukup banyak. Rupanya goresan batu yang mengenahi telapak kaki Brontok cukup dalam. Akhirnya si Brontok tak berani mengais sampah itu lagi.
Brontok sebenarnya ingin segera pulang. Ia baru ingat dengan si Brintik saudaranya yang tak diajaknya bersama. Brontok ingin meminta tolong tetapi di kebun itu ia sendirian. Tak ada satu pun teman atau saudaranya. Brontok benar-benar merasa bersedih.
Brontok berusaha untuk pulang. Pelan-pelan, ia mengayunkan langkahnya dengan terpincang-pincang. Belum sampai ke kandangnya, ternyata semakin berjalan kakinya terasa semakin sakit. Darah pun tak segera berhenti mengalir. Akhirnya si Brontok hanya mendekam saja hingga Jalu menemukannya.
Brontok merasa bersyukur ketika Jalu menemukannya dan mau mengobatinya. Brontok menyesal karena telah meninggalkan Brintik bermain sendirian. Setelah kejadian itu, si Brontok berjanji untuk tetap mengajak Brintik ketika mau pergi bermain. Ia juga tidak ingin bermain jauh-jauh sendirian.
Malam hari, Brintik dan Brontok kembali tidur bersama di kandangnya. Setelah diobati oleh Jalu, si Brontok merasa sedikit berkurang sakit di kakinya. Ia pun dapat tidur dengan lelap. Betapa terkejutnya si Brontok ketika bangun tidur. Ternyata si Brintik sudah tidak ada di kandangnya.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
