Rinai Hujan di Ujung Kampung
Rinai Hujan di Ujung Kampung
Menulis hari ke-369
#berpuisipatarisit
#terusmenulis
****
Senja temaram kian menghadang
Lebatnya hujan bimbang kuterjang
Melintas jalan tiada kawan
Ayunkan langkah pelan perlahan
****
Sendiri menepi tenangkan hati
Mengharap rinai segera berhenti
Sesekali duduk jongkok berdiri
Gelisah merambah singgah menghantui
****
Riak air bergemericik mengalir
Derasnya hiraukan sambaran petir
Melesat kencang bayu berdesir
Kulepas cemas seraya berzikir
****
Rinai hujan di ujung kampung
Petuah alam bermula mendung
Usah hati menanggung murung
Walau hasrat sempat terkurung
****
Kendal, 21-01-2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
