Si Gery yang Manja
Si Gery yang Manja
Tantangan hari ke-352
#TantanganGurusiana 365 hari
Pagi-pagi si Gery tampak sedang mencari sesuatu. Rupanya kucing kesayangan Nasywa dan Zaidan itu sedang kelaparan. Ia berkali-kali mengeong dengan suara yang terdengar begitu memelas. Nasywa dan Zaidan sangat mengenali suara itu. Nasywa yang sedang menyapu kamar segera mencarinya. Begitu ketemu, Nasywa langsung mengangkat si Gery lalu mengusapnya dengan penuh rasa sayang.
Gery memang tidak seperti kucing piaraan lainnya. Ia tampak sangat manja dan suka mencari perhatian. Bahkan, ia juga tak mau berusaha untuk mencari makan sendiri. Meskipun sering ada tikus berlarian di dalam rumah, namun si Gery seolah-olah tidak tertarik untuk mengejarnya. Aneh memang tetapi begitulah watak si Gery.
Sehari-hari si Gery tinggal di rumah Nasywa. Rupanya, semalam Gery baru saja keluar rumah dan bermain dengan temannya. Ia pulang lewat pintu belakang. Karena merasa lapar, ia terus mengeong tanda ingin segera diberi makan dari penghuni rumah tempatnya tinggal. Selain emak, Nasywa dan Zaidan juga sering memberi makan pada si Gery.
Dalam dekapan Nasywa, Gery seolah-olah merasakan ada kehangatan. Nasywa yang masih duduk di bangku kelas empat sekolah dasar itu memang sangat menyukai si Gery. Begitu pula dengan Zaidan adiknya. Keduanya sama-sama menyayangi dan suka bermain bersama si Gery.
Melihat si Gery tampak kelaparan, Nasywa segera membuka tudung saji di atas meja makan. Ia ingin mencarikan ikan asin untuk diberikan padanya. Ternyata, di meja makan sudah tidak ada lagi ikan asin kesukaan Gery. Gery semakin mencari perhatian. Ia kembali mengeong ketika Nasywa menurunkan dari gendongannya.
Nasywa dan Zaidan bergegas ke dapur. Kebetulan di tas plastik yang tergantung di tempat gerabah masih ada ikan asin yang belum digoreng. Kemudian Nasywa mengambilnya untuk diberikan pada si Gery. Namun, ikan asin tak segera dimakannya. Si Gery hanya memandanginya saja sambil terus mengeong.
Gery memang tidak biasa makan ikan asin yang masih mentah. Sementara itu, Nasywa tidak berani menyalakan kompor gas untuk menggoreng ikan asin sendiri. Nasywa menjadi sedikit bingung. Lalu, ia meminta tolong pada emaknya untuk menggorengkannya. Emak memang sedang bersiap-siap untuk memasak. Emak sedang mencuci beras dan sayuran.
Emak tidak keberatan untuk menggorengkan ikan asin. Baunya saat digoreng, sungguh terasa menggoda. Penciuman Gery yang sangat tajam membuatnya semakin mengeong ingin segera diberi makan. Beberapa kali, Gery menempelkan tubuhnya di kaki Nasywa. Nasywa merasa iba pada si Gery. Sambil menggendongnya lagi, Nasywa menghibur si Gery. "Sabar ya Ger, nanti sebentar lagi ikan asinnya matang."
Benar, sebentar kemudian ikan asin pun matang. Nasywa segera mengambil wadah untuk menaruh ikan asin tersebut. Zaidan juga ikut-ikutan sibuk untuk mengambilkan air minum untuk si Gery. Kata Zaidan, kucing itu binatang piaraan yang harus disayangi. Ia tidak boleh dibiarkan kelaparan dan kehausan. Ketika sakit juga harus segera diberi obat.
Rupanya Gery semakin lapar dan semakin keras mengeongnya. Ia tidak sabar ingin segera makan. Nasywa meletakkan ikan asin yang telah matang itu di dekat si Gery. Ternyata Gery masih mengeong saja sambil melihat-lihat ikan asin di hadapannya. Rupanya ia tidak mau makan ikan asin begitu saja. Nasywa pun tersenyum sambil berkata, "Gery, Gery, kenapa kamu manja sekali ya."
Tidak tega melihat Gery yang tak mau untuk segera makan, Nasywa akhirnya menyuil-nyuil ikan asin tersebut. "Auw!" Tiba-tiba Nasywa berteriak cukup keras sambil mengibaskan tangan kanannya. Ternyata kuku-kuku tajam kaki di Gery mencakar tangan Nasywa. Nasywa merasa kesakitan.
Zaidan tertawa geli melihat kakaknya dicakar oleh si Gery. Ia mengingatkan pada kakaknya untuk memberi makan si Gery dengan ikan asin yang dicampur nasi putih. Meski terasa sakit tetapi Nasywa tidak marah pada Gery. Ia justru mengikuti saran Zaidan untuk mengambil nasi putih.
Betapa senangnya hati Nasywa karena setelah ikan asin dicuil-cuil dan dicampur dengan nasi putih yang hangat, si Gery segera memakannya hingga habis. Setelah itu, Gery segera minum air yang telah disiapkan oleh Zaidan. Zaidan menyiapkan air minum yang matang karena Gery tidak mau minum kalau airnya belum direbus.
Emak tersenyum-senyum melihat kakak beradik itu melayani si Gery. Keduanya telah menganggap si Gery itu sebagai teman bermainnya. Bahkan, Nasywa sering mengajaknya berbicara seperti layaknya berbicara dengan anak manusia.
Gery memang kucing piaraan yang betul-betul manja. Setelah merasa kenyang, ia segera berlari menuju ke teras di samping rumah. Tanpa ragu-ragu tubuhnya direbahkan ke lantai sambil berjemur dan memejamkan matanya. "Duh enaknya, sudah kenyang kok mau tidur ya," gumam Nasywa yang sempat mengikuti Gery saat berlari.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
