Berbagi Kebaikan Melalui Karya Antologi
Berbagi Kebaikan Melalui Karya Antologi
Menulis hari ke-387
#terusmenulis
Segala sesuatu yang kita lakukan dengan niat yang baik insya Allah akan menuai kebaikan pula. Meski terkadang tidak semua kebaikan yang kita bagikan dapat diterima oleh orang lain. Semua itu tergantung dari bagaimana cara suatu kebaikan dilakukan dan dibagikan serta cara seseorang menanggapinya. Berbagi kebaikan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satu di antaranya adalah dengan menuliskannya dalam bentuk karya antologi. Seperti apa karya antologi itu?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata antologi berarti kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. Dengan mencermati pengertian tersebut, sebuah antologi tentunya dapat dibuat sendiri oleh satu orang dalam bentuk kumpulan karya sejenis atau dibuat bersama dengan orang lain yang sama-sama memiliki ide atau gagasan serupa. Misalkan saja antologi puisi, cerita anak, pentigraf, atau karya tulis para pemenang lomba.
Betapa senangnya apabila kita dapat menorehkan karya tulis dalam bentuk buku antologi bersama para penulis lainnya. Apalagi jika karya antologi tersebut merupakan hasil lomba. Tentu saja akan menjadi sebuah kepuasan tersendiri bagi para penulisnya.
Berkarya dalam bentuk antologi tidak hanya dapat dilakukan oleh para pemenang lomba menulis saja. Namun, para penulis di luar peserta lomba pun dapat menjadi kontributor dalam sebuah antologi. Mereka mempunyai banyak pilihan antologi yang sesuai dengan minat dan bidangnya.
Sejak dibumikannya pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh Media Guru Indonesia (MGI) maka bermunculanlah para penulis pemula baik dari kalangan guru maupun profesi lain bak jamur di musim hujan. Apalagi dengan adanya tantangan segar yang digagas oleh CEO MGI Mohammad Ihsan, benar-benar menyulut semangat para penulis pemula untuk terus menulis dan berkarya.
Gagasan Pak CEO memang sangat briliant. Selain mengadakan tantangan menulis tanpa jeda, ada juga lomba menulis bulanan dan lomba menulis tematik. Kemudian tulisan para pemenang lomba dibukukan dalam antologi bersama. Nah, dengan adanya gagasan tersebut ternyata mampu memicu semangat para gurusianer lainnya untuk beramai-ramai menerbitkan pula karya antologi bersama dengan beragam judul dan genre tulisan. Gurusianer yang merupakan julukan bagi para penulis di blog Gurusiana itu tampaknya tidak ragu-ragu lagi untuk saling berbagi kebaikan dalam tulisan.
Sebenarnya apa untungnya para penulis membukukan karyanya dalam sebuah antologi? Tentu saja masing-masing penulis mempunyai alasan tersendiri. Meski demikian, secara tersirat dan tersurat adanya karya antologi bersama tidak menutup kemungkinan bagi para penulisnya untuk menjadi ajang saling berbagi kebaikan.
Dalam antologi tersebut masing-masing penulis dapat belajar sambil berbagi karya atau pengalaman. Melalui kurasi sebelum penerbitan, para penulis akan mendapat masukan tentang cara menuangkan karya dalam bentuk tulisan yang baik dan benar. Meski ada berbagai syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi tetapi tidak mengurangi semangat para penulis untuk saling berbagi. Justru merupakan sebuah kebanggaan jika karyanya lolos dalam kurasi tersebut. Itu artinya, karyanya layak untuk dipublikasikan.
Tebalnya buku karya antologi bersama dapat menunjukkan banyaknya karya dari para penulis yang bersedia untuk berbagi kebaikan. Setelah buku selesai diterbitkan, maka masing-masing penulis dapat membaca karya-karya penulis lainnya. Lalu tulisan karya sendiri juga akan dibaca oleh penulis lain.
Selain dapat berbagi kebaikan, dengan mengenal banyak penulis dari berbagai daerah dalam antologi bersama juga dapat menambah rasa persaudaraan. Bahkan juga dapat berlanjut untuk saling bertukar atau berbagi pengalaman dan wawasan. Dengan demikian, akan terciptalah suatu pembiasaan untuk saling berbagi dan saling menerima praktik-praktik baik dalam menjalankan tugas sesuai profesinya. Oleh karena itu, marilah kita tidak perlu merasa malu untuk berbagi kebaikan melalui karya antologi bersama. Semoga bermanfaat. Salam literasi.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
