Gagal lagi Coba lagi
Gagal lagi Coba lagi
Menulis hari ke-399
#terusmenulis
Pandemi covid-19 hingga kini belum berakhir. Kebosanan demi kebosanan tentu saja telah dialami oleh banyak kalangan. Apalagi bagi para siswa yang sudah rindu dengan pembelajaran tatap muka di sekolah. Guru pun sebenarnya sudah banyak yang merasakan kejenuhan untuk memfasilitasi pembelajaran secara dalam jaringan (daring).
Di satu sisi pembelajaran daring memang membosankan dan dirasa kurang efektif untuk mengukur ketercapaian program pembelajaran. Namun, di sisi lain ada juga keuntungannya. Kita memang perlu menyadari bahwa dalam setiap keadaan, selalu ada sisi kelebihan dan sisi kekurangan.
Adanya kendala kuota dan jaringan internet dalam pembelajaran daring itu sudah menjadi rahasia umum. Selain itu, belum semua siswa memiliki gawai sendiri dan tidak semua daerah dapat dilalui jaringan internet dengan lancar. Hal ini menjadikan kendala atau kesulitan bagi guru dalam menunaikan tugasnya. Itu sebabnya, guru sudah selayaknya untuk menciptakan kreativitasnya agar pembelajaran daring maupun luring tetap dapat dilakukan tanpa menimbulkan kegelisahan.
Adanya peralihan pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran dalam jaringan sudah berlangsung hampir satu tahun. Sementara, kemampuan guru untuk memfasilitasi pembelajaran daring masih perlu ditingkatkan. Kesan tidak maksimal dan monoton pun masih tampak dalam pemberian materi maupun tugas kepada para siswanya.
Menyikapi kondisi yang demikian, tentu saja para guru perlu memanfaatkan peluang-peluang untuk menambah wawasannya. Hal ini dimaksudkan agar kemampuan atau kompetensi profesionalnya semakin meningkat. Kesempatan untuk menimba ilmu secara dalam jaringan pun, sekarang sudah sangat memungkinkan.
Melalui berbagai group whatsapp atau facebook, masing-masing guru dapat saling bertukar informasi dan berbagi praktik-praktik baik pembelajaran daring. Atau melalui youtube dan live streaming, guru juga dapat mencari berbagai pengalaman. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring.
Sebagai pembelajar sejati, kini guru dapat memperoleh tambahan ilmu dan berbagai keterampilan mengajar tak hanya terbatas dengan mengikuti pelatihan-pelatihan tatap muka saja. Di era pandemi covid-19 ini justru peluang untuk belajar banyak hal, menjadi tidak terbatas waktunya. Kapan saja asalkan dapat membagi waktu, guru dapat belajar baik secara mandiri maupun pendampingan dalam jaringan (online).
Bagi guru yang belum pernah mengikuti kegiatan pelatihan secara virtual memang terasa cukup membuatnya bingung. Apalagi jika keikutsertaannya tidak ada yang mendampingi secara langsung. Keringat dingin dapat saja bercucuran manakala ada praktik atau tugas yang harus segera diunggah, sementara kita masih belum terbiasa bergulat dengan berbagai aplikasi.
Modal nekad untuk mencoba dan berani mengulang saat belum berhasil alias gagal itu perlu dilakukan. Namanya saja menghadapi hal baru. Siapa saja tentunya juga pernah mengalami kesulitan. Akan tetapi kalau kita mau mencoba dan mencoba lagi, maka lama-lama akhirnya menjadi bisa.
Dalam pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) memang tidak semua guru dapat langsung menguasainya. Semua butuh proses dan latihan berulang. Asalkan ada niat, tidak pandang pangkat atau golongan, PNS atau non PNS tentunya ketika ada kesulitan tetap ada solusi.
Gagal itu merupakan hal yang biasa kita jumpai dalam sebuah proses pembelajaran. Sulitnya memfasilitasi pembelajaran daring memang perlu kita sikapi sambil terus belajar dan belajar. Pemanfaatan model-model pembelajaran daring melalui zoom meeting, geogle form, video, live streaming atau yang lainnya memang perlu dipelajari oleh para guru.
Meski pemanfaatan whatsapp dirasa dapat menjembatani pembelajaran daring di masa pandemi, tak ada salahnya jika guru-guru yang bertugas di daerah pedesaan pun berani mencoba untuk memfasilitasi pembelajaran daring dengan berbagai variasi. Risiko gagal? Ya, coba lagi. Tak perlu bosan untuk mendapatkan sebuah kemajuan. Kata bijak, gagal itu adalah sukses yang tertunda. Jadi, kalau hari ini kita masih gagal, ya coba lagi sampai bisa. Yuk, kita tetap bersemangat untuk terus belajar agar tidak gagal lagi. Salam semangat.
Kendal, 20-02-2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
