Memilih Tanda Baca
Memilih Tanda Baca
Menulis hari ke-388
#terusmenulis
Ketika kita membaca sebuah wacana tentu saja akan menjumpai beragam tanda baca. Ada tanda titik, koma, seru, hubung, tanya, dan lainnya. Ada pula tanda petik yang lazim dipakai untuk menunjukkan kalimat langsung dalam sebuah cerita atau kalimat-kalimat lain yang memerlukan tanda baca tersebut.
Penulisan tanda baca yang tepat pada sebuah kalimat memang perlu diperhatikan. Tanda baca biasanya ditulis untuk membedakan arti atau makna sebuah kalimat. Penulisannya ada yang di akhir, tengah atau awal kalimat. Dalam sebuah kalimat bisa memuat lebih dari satu tanda baca. Hal ini tergantung dari jenis dan maksud kalimat yang ditulis oleh penulisnya.
Jika penulisan tanda baca sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), maka maksud dari kalimat yang tertulis akan menjadi mudah untuk dicerna oleh pembaca. Itu sebabnya, cermat memilih dan menggunakan tanda baca sebelum menulis menjadi hal penting yang perlu dipahami. Setelah itu, barulah kita membubuhkannya dalam sebuah kalimat.
Kita sering mendengar atau membaca sebuah anjuran untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sebagai wujud rasa cinta terhadap bahasa Indonesia, sudah selayaknya kita ikuti anjuran tersebut. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat secara lisan maupun tertulis.
Ketika kita menggunakan bahasa Indonesia secara tertulis tentu saja perlu adanya pedoman. Pedoman tersebut termasuk di dalamnya yaitu pemakaian tanda baca. Dengan berpedoman pada buku PUEBI, kita dapat memilih masing-masing tanda baca sesuai dengan kalimat yang akan kita tulis.
Ada lima belas tanda baca yang terdapat di dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) terbitan Kemendikbud tahun 2015. Dalam buku tersebut dijelaskan tentang pemakaian masing-masing tanda baca secara rinci. Tidak hanya itu saja, contoh-contoh penggunaannya juga tertera dengan jelas. Bahkan, uraian tentang ketidaklayakan pemakaian tanda baca tertentu juga tidak ketinggalan. Misalnya saja, tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian.
Selain mempermudah pembaca untuk memahami maksud dari sebuah kalimat, penulisan tanda baca yang tepat juga dapat menciptakan rasa nyaman ketika seseorang sedang membaca sebuah kalimat. Walau hanya sekadar keliru menempatkan tanda baca, tetap saja hal ini perlu dihindari. Alasannya, pembaca akan merasa kurang nyaman ketika sedang menikmati sajian kalimat yang membingungkan yang disebabkan adanya penempatan atau penulisan tanda baca yang tidak tepat.
Aktivitas menulis memang tidak dapat terlepas dari penggunaan tanda baca. Betapa pun bagusnya sebuah ide dan rangkaian kata dalam sebuah kalimat, namun jika pemilihan dan penulisan tanda bacanya tidak sesuai dengan maksud kalimatnya, maka tetap saja kalimat tersebut menjadi kurang menarik. Itulah sebabnya, jeli dan teliti sangat perlu dilakukan sebelum menulis. Apalagi jika sebuah tulisan akan dikirim untuk orang banyak. Tentunya, kejelian dalam penulisan tanda baca sangat diperlukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman arti atau makna kalimat.
Kekeliruan dalam penulisan tanda baca memang kadang bisa saja terjadi tanpa disadari. Penulis sendiri juga pernah mengalaminya. Maka tidak ada salahnya jika telah selesai menulis kemudian dilanjutkan dengan membaca kembali tulisan itu. Dengan demikian, adanya kekeliruan dalam penulisan tanda baca dapat segera diperbaiki sebelum tulisan itu dibaca oleh orang lain.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kekeliruan dalam penulisan tanda baca. Tergesa-gesa atau belum sempat menyunting tulisan dapat mengakibatkan hasil tulisan yang kita maksud menjadi sesuatu yang di luar dugaan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, setelah dibaca ulang ternyata tulisan kita dapat menimbulkan rasa heran atau senyuman. Beruntunglah apabila ada teman yang bersedia untuk memberikan kritik dan saran setelah membaca tulisan kita.
Meskipun banyak tanda baca yang dapat dipakai, namun ketika kita membaca berbagai artikel maupun cerita, tidak semua tanda baca dapat kita jumpai secara serempak. Agar ketika menulis kita tidak keliru dalam menggunakannya, marilah kita tidak perlu malas atau sungkan-sungkan untuk memahami kembali pemakaian tanda baca sesuai dengan PUEBI. Semoga bermanfaat. Salam literasi.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
