Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Sedikit Kecewa
Sumber gambar: id.pinterest.com

Sedikit Kecewa

Sedikit Kecewa

Menulis hari ke-407

#terusmenulis

Alya benar-benar merasa sedikit kecewa dengan ucapan Nu yang begitu lugu dan mantap. Di hadapan teman-temannya, ia mengatakan bahwa Alfy lebih layak untuk mewakili jurusan dalam pekan olah raga dan seni antarjurusan bulan depan. Tepuk tangan riuh terdengar seketika itu. Hati Alya semakin kesal.

Alya sempat terkesiap mendengar ucapan Nu yang dianggapnya tidak sesuai dengan yang telah dikatakan padanya kemarin. Sore itu, kegiatan latihan bela diri tampak lebih serius dari biasanya. Nu mencontohkan setiap gerakan jurus pencak silat dengan mantap. Alya dan teman-temannya memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Rasa lelah seolah diabaikannya ketika aba-aba dengan hitungan satu sampai delapan mulai diserukan. Para peserta latihan menirukan gerakan demi gerakan dengan sungguh-sungguh.

Di sela-sela istirahat, para peserta duduk melingkar sambil meluruskan kakinya. Alya merasa sedikit lemas. Apalagi setelah mendengar kata-kata Nu tadi. Ia tampak terdiam. Tiba-tiba Alfy menawarinya minum air putih yang dibawanya dalam botol warna biru. "Al, ayo minum agar tidak lemas!" kata Alfy sambil mengulurkan botolnya. Alfy tahu kalau Alya lupa membawa air minum.

Alya dan Alfy memang dua sahabat satu kelas yang sama-sama giat mengikuti latihan pencak silat di kampusnya. Seminggu sekali keduanya berpakaian hitam-hitam dengan sabuk hijau melingkar di perutnya. Latihan rutin yang dilaksanakan di tanah berumput dekat gedung koperasi mahasiswa itu dipimpin oleh Nugroho yang sekaligus sebagai pelatihnya.

Peserta latihan cukup banyak. Ada sekitar tiga puluhan ketika berangkat semua. Antara laki-laki dan perempuan jumlahnya hampir seimbang. Alya dan Alfy termasuk peserta putri yang sering mendapat perhatian dari Nu dan teman-temannya. Hal ini bukan tanpa alasan karena di antara tiga belas peserta putri, keduanya memang tampak sangat bersemangat dan cepat menguasainya ketika berlatih jurus-jurus pencak silat yang diajarkan oleh Nu.

Diam-diam, Hendy dan Reyhan yang juga sama-sama aktif berlatih memperhatikan perubahan raut wajah Alya ketika mendengar kata-kata Nu. Walau ia ikut bertepuk tangan saat Nu menyampaikan info tadi, namun Hendy menangkap aura kecewa dari senyumnya yang tampak dipaksakan.

Menjelang Magrib, latihan pun selesai. Setelah berdoa bersama, seperti biasanya para peserta latihan bergilir satu per satu saling berjabat tangan. Kemudian, barulah mereka meninggalkan arena latihan.

Kali ini, Nu merasakan hal yang tak biasa dari Alya. Ia begitu saja meninggalkannya dengan buru-buru. Meski begitu, ia tidak berusaha untuk menahannya. Padahal, selama ini ia selalu menunggunya untuk pulang bersama. Rumah kost Alya dan Nu memang berdekatan. Mereka sengaja memilih rumah kost yang dekat dengan kampus agar pulangnya tidak kemalaman setelah mengikuti kegiatan sore.

Nu menduduki semester lebih tinggi dari Alya dan ia mendapat kepercayaan untuk menjadi pelatih dalam kegiatan bela diri di kampusnya. Sejak awal latihan, sebenarnya Nu sudah dapat menebak minat dan kemampuan Alya. Hingga suatu hari, Nugroho pun memberanikan diri untuk menyatakan ketertarikannya pada Alya.

Selain minat dan kemampuannya, Nu juga tertarik dengan kepribadian Alya yang sangat sopan dan selalu rendah hati. Gayung bersambut. Alya juga menyukai Nu yang begitu tegas dalam melatih tetapi ia juga sabar. Teman-teman Alya juga mengakuinya. Sebelum mengenal Nu, sejak duduk di bangku SMA Alya sudah menyukai olah raga yang terkait dengan seni ini. Jadi, wajar saja kalau ia lebih cepat mengikuti gerakan-gerakan yang diajarkan oleh Nu.

Sampai di rumah kost, Alya segera mandi dan berganti pakaian. Lalu, Alya bersiap-siap untuk menunaikan salat Magrib. Ia ingin sekali menumpahkan kekecewaannya pada Nu di atas sajadah. Alya benar-benar merasa dibohongi oleh Nu. "Bukankah kemarin Nu mengatakan padaku kalau aku yang akan dipilih untuk mewakili seleksi porsajur?" tanya Alya dalam hati.

Tok...tok...tok. Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk orang. Ucap salam pun segera mengikutinya. Alya yang sedang memegang sisir menjawab salam sembari membuka pintu. "Al, ini sabukmu ketinggalan. Tadi waktu istirahat, kamu melepasnya, kan?" kata Alfy tanpa basa-basi. Ternyata Alfy yang datang. Tanpa Alya, tadi Alfy mampir dulu ke warung bakso bersama Nu sebelum pulang.

Sabuk diterima oleh Alya dengan mengucap terima kasih. Alya mempersilakan Alfy duduk di ruang tamu. Ternyata Alfy tidak hanya sekadar mengantarkan sabuk saja tetapi ia juga menyampaikan pesan dari Nu untuk Alya. "Al, tadi Nu berpesan, mulai besok sore kita disuruh berlatih lebih giat lagi untuk menghadapi seleksi. Aku mewakili cabang laga (tanding) putri dan kamu yang mewakili cabang seni tunggal putrinya. Peserta putranya diwakili oleh Hendy dan Reyhan."

Mendengar kata-kata Alfy, hati Alya merasa menyesal. Ternyata Nu tidak berbohong. Kata Alfy, Nu memang sengaja tidak mau menyampaikannya sewaktu latihan tadi karena ia tak ingin Alya dirundung oleh teman-temannya.

Kedekatan Nu dan Alya memang sudah diketahui oleh banyak teman. Meski begitu, Nu memilih Alya untuk mewakili seleksi bukan karena rasa yang tak biasa itu. Sesuai pengamatan, gerak tangan dan tubuh Alya memang sangat luwes dan terampil dalam memainkan jurus-jurus tangan kosong jika dibandingkan dengan teman-teman lainnya. Meski perempuan, Alya juga sangat terampil dalam memainkan golok dan toya.

Kini, Alya tak lagi kecewa terhadap Nu setelah mendengar kata-kata dari Alfy. Alya dan Alfy bersepakat untuk menampilkan yang terbaik dalam seleksi porsajur nanti.

Kendal, 28-02-2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post