Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Tetap Menulis walau Ide Tersembunyi
Sumber gambar: pixabay.com

Tetap Menulis walau Ide Tersembunyi

Tetap Menulis walau Ide Tersembunyi

Menulis hari ke-381

#terusmenulis

Aktivitas menulis ada yang sudah menjadi suatu kebutuhan bagi sebagian orang. Bahkan bisa pula menjadi sebuah menu harian yang akan selalu siap tersaji. Namun, bagi saya menulis itu masih merupakan suatu aktivitas latihan sehingga kadang masih tak semulus harapan di kala ide sedang bersembunyi. Lalu, bagaimana agar saya tetap bisa menulis?

Menulis memang butuh proses. Meskipun sudah sering berlatih menulis, namun ada kalanya aktivitas menulis menjadi terkendala hanya karena ide yang sedang bersembunyi begitu rapinya. Tak jarang pula, hingga berjam-jam harus menunggu ide itu muncul baru dapat kembali menulis.

Entahlah, di satu sisi rasa hati ingin terus menulis. Sementara, di sisi lain seperti itulah keadaannya. Ya, sudahlah saya tak boleh membiarkan begitu saja si ide bersembunyi. Itu artinya, saya harus segera melakukan sesuatu.

Sebenarnya, ada saja yang perlu dilakukan di kala ide sedang bersembunyi. Kita perlu ingat bahwa dalam diri kita terdapat panca indra yang dapat dijadikan sebagai sumber untuk menggali ide menulis. Misalkan saja indra penglihatan. Banyak hal yang dapat dilihat oleh indra penglihatan kita.

Dengan indra penglihatan, kita dapat membaca buku atau tulisan-tulisan teman di blog maupun di facebook, melihat-lihat beragam jenis benda di dalam atau di luar rumah, melihat foto-foto di galeri gawai atau melihat situasi dan kondisi yang ada di sekitar kita. Nah, sesuatu yang kita lihat itu ternyata dapat membantu kita untuk menjadikannya sebagai sebuah ide tulisan.

Banyak ragam tulisan yang dapat kita buat. Kita bebas memilih genre tulisan yang kita suka. Kolom, reportase, resensi, pantun, opini, puisi atau cerita pendek dapat dipilih sesuai dengan kesukaan masing-masing. Tulisan-tulisan ilmiah juga dapat menjadi pilihan jika kita memang ingin menuliskannya.

Sekadar kaos warna merah misalnya, dapat juga dijadikan ide untuk menulis dalam berbagai bentuk tulisan. Di musim hujan seperti sekarang ini, kita juga dapat menjadikan baju-baju atau pakaian lain yang tak segera kering karena panas matahari yang tak muncul seharian menjadi sebuah ide tulisan. Atau dengan melihat derasnya hujan yang mengakibatkan rumah kebocoran atau banjir di suatu daerah juga dapat dijadikan sebagai tulisan berupa puisi, pantun atau kolom.

Itu baru sekilas tentang pemanfaatan indra penglihatan untuk membantu menggali ide. Belum dengan indra-indra lain yang mungkin justru akan dapat memunculkan lebih banyak ide lagi kala kita mau menulis. Yang jelas, Allah menciptakan segala yang ada dalam diri kita tentu ada juga manfaatnya.

Kalau kita cermati dan kita rasakan, sebenarnya ide menulis itu ada saja di sekitar kita. Kita tinggal memilih untuk menuliskannya yang mana dan dalam genre apa. Yang perlu kita ingat, marilah kita menulis dengan niat yang tulus untuk berbagi kebaikan sehingga apa yang kita tulis dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Tetaplah menulis walau ide tersembunyi. Salam literasi.

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post