Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Berkah Menulis
Sumber gambar: medium.com

Berkah Menulis

Berkah Menulis

Menulis hari ke-408

#terusmenulis

Masih teringat dalam benak ini. Ketika mengikuti pelatihan menulis beberapa waktu yang lalu, sebelum materi inti disampaikan, terlebih dahulu narasumber mengajukan pertanyaan untuk apa kita menulis.

Mendengar pertanyaan seperti itu, tentu saja beberapa peserta pelatihan menjawabnya sesuai dengan pengalaman yang dimiliki masing-masing. Ada yang menjawab bahwa menulis itu dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan isi hati. Ada pula yang mengemukakan bahwa menulis itu untuk menyalurkan hobi. Dari beberapa peserta yang melontarkan jawaban, dapat diketahui bahwa masing-masing orang mempunyai alasan tersendiri ketika menulis.

Ternyata, tidak hanya terbatas pada dua alasan itu saja. Masih banyak lagi alasan-alasan lain yang dilontarkan oleh peserta pelatihan tentang alasan seseorang itu menulis dan semuanya masuk akal. Memang benar, menulis itu banyak sekali manfaatnya. Bagi saya, selain bermanfaat sebagai sarana untuk menyimpan atau mendokumentasikan sebuah aktivitas nyata, menulis juga dapat menjadi sarana untuk saling berbagi dan menerima kebaikan dengan sesama.

Suatu praktik baik dalam keseharian dapat kita bagikan kepada sesama teman melalui tulisan. Berbagi tulisan yang bermanfaat sama artinya dengan menabur maslahat. Betapa senangnya jika tulisan kita bisa dibaca dan ternyata membawa manfaat bagi orang lain atau pembacanya.

Tulislah apa saja yang ingin kita tulis. Ya, kalimat tersebut memang dapat menjadi motivasi bagi siapa saja yang suka dan ingin menulis. Namun, perlu diingat. Tidak semua hal perlu ditulis karena menulis pun ada pertanggungjawabannya. Menulis juga ada tata cara dan aturannya sesuai dengan jenis tulisan yang kita pilih. Itu sebabnya, menulis hal-hal yang membawa manfaat bagi kemaslahatan umat itu akan terasa lebih nikmat.

Terlepas dari pendapat masing-masing pribadi, ternyata menulis itu juga dapat menciptakan rasa persahabatan dan persaudaraan menjadi semakin rekat. Apalagi akhir-akhir ini telah merebak adanya ajakan untuk berantologi bersama dalam sebuah buku. Genre dan tema-tema tertentu dapat kita ikuti sesuai dengan minatnya.

Berawal dari menulis di sebuah blog atau media sosial, berlanjut saling membaca dan memotivasi dengan sesama penulis lain akhirnya terjadilah interaksi. Kemudian antarpenulis saling bersepakat menjadikan tulisannya untuk diabadikan bersama dalam sebuah buku antologi. Pada akhirnya, terbentuklah sebuah komunitas antarpenulis.

Beberapa penulis bergabung dalam sebuah group menjadikan komunikasi antarsesama semakin kental. Dari yang tadinya tidak saling mengenal, dengan saling berbagi kritik dan saran serta masukan-masukan melalui tulisan akhirnya persahabatan pun terjalin semakin rekat. Tidak mustahil, ternyata berawal dari menulis juga bisa bermuara pada sebuah persaudaraan.

Walau hanya sekadar melalui dunia maya, namun rasa persaudaraan antarpenulis sungguh terasa. Ternyata, dengan menulis juga dapat menuai berkah. Teman dan saudara menjadi kian bertambah. Itu yang saya rasakan. Bagaimana dengan Anda? Semoga tidak jauh berbeda. Salam literasi dan salam persaudaraan.

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post