Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Memilih Diam
Sumber gambar: cikimm.com

Memilih Diam

Memilih Diam

Menulis hari ke-412

#terusmenulis

Diam itu emas. Diam itu nyaman dan diam itu membingungkan. Apa pun maksudnya, kalimat-kalimat tersebut tentunya sudah sering kita dengar. Bahkan mungkin kita sendiri juga pernah suatu saat memilih diam daripada ribut-ribut atau mengeluarkan kata-kata yang tak perlu.

Kondisi diam memang dapat diidentikkan dengan berbagai keadaan. Namun, ada kalanya kita juga tidak boleh tinggal diam. Ketika kita diam, itu artinya kita sedang tidak bergerak dan tidak melakukan aktivitas apapun atau tidak mengeluarkan suara.

Dalam kondisi tertentu, diam memang diperlukan. Misalkan saja ketika kita sedang diajak bicara oleh seseorang, mestinya kita akan diam untuk mendengarkan. Saat membaca dalam hati, kita juga tentunya tidak mengeluarkan suara. Apalagi ketika sakit, lapar, bingung, kaget, atau melakukan kesalahan biasanya aksi diam sering dipilih daripada berteriak.

Diamnya satu orang dengan orang lainnya, tentu saja tidak sama maksudnya. Ada yang suka diam saja walau sebenarnya ada hal yang membuatnya kecewa atau sakit hati. Ada pula yang memilih diam karena tak ingin memperpanjang masalah. Bahkan ada juga yang lebih memilih diam dalam keadaan bingung sekalipun.

Sikap diam memang ada kalanya membuat tenang suasana tetapi diamnya seseorang yang tak beralasan kadang justru dapat menyebalkan atau membuat orang lain jadi penasaran. Lalu, bagaimana sikap kita apabila kita mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan? Apakah kita akan tinggal diam? Tentu saja, tidak kan?

Dalam kehidupan sosial, kita memang sering berhadapan dengan beragam karakter teman. Ketika kita mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, tentu hati kita tak akan menerima begitu saja. Namun, bagi saya melakukan introspeksi diri terlebih dahulu sambil diam itu lebih bijak sebelum kita bergerak. Siapa tahu dengan diam sejenak, pikiran menjadi sedikit tenang dan bisa menyadari kalau ada hal yang telah membuat kita khilaf.

Sebenarnya, diam-diam hari ini pun saya sedang berpikir untuk lanjut atau membiarkan jari-jemari yang biasa bermain aksara ini diam sejenak dari biasanya. Apalagi dalam kondisi lelah dan mengantuk. Ya, sudahlah saya pilih diam saja.

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post