Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Antara Nama dan Karya
Sumber gambar: pixabay.com

Antara Nama dan Karya

Antara Nama dan Karya

Oleh: Ruby

Sering kita temukan untaian yang menyebutkan, apalah artinya sebuah nama. Benarkah nama itu tidak penting?

Sejak kehidupan di hamparan mayapada ini ada, manusia mulai mengenal beragam nama. Ada nama benda, nama diri, nama tempat, nama bilangan, nama panggilan, dan nama-nama yang lainnya.

Ketika seseorang berjumpa dengan orang lain yang belum pernah  dikenal sebelumnya, basa-basi untuk saling mengenalkan diri pun sudah bukan rahasia lagi. Setelah menyebutkan nama masing-masing, selain dapat untuk saling mengenal dan mengakrabkan, tidak menutup kemungkinan jika pada akhirnya berlanjut menumbuhkan jalinan atau hubungan yang saling menguntungkan, saling membutuhkan, atau saling merindukan.

Nama yang dimiliki oleh seseorang, selayaknya sangat berarti sebagai penanda atau identitas diri. Dengan sebuah nama, maka panggilan akan mudah dilakukan. Betapapun panjangnya nama seseorang, ketika orang lain atau orang-orang terdekat memanggilnya, biasanya cukup disebut nama panggilannya saja. Kecuali ketika panggilan itu terkait dengan urusan-urusan tertentu yang memang perlu menyebutkan nama secara lengkap.

Panggilan dapat bersinonim dengan julukan. Dalam sebuah komunikasi, panggilan atau julukan yang tertuju untuk sebuah nama, memang beragam. Kadang ada yang menyenangkan tetapi ada kalanya justru berupa panggilan yang memalukan, menggelikan, atau membingungkan. Bahkan, tidak jarang pula yang berefek menjengkelkan.

Manakala nama kita mendapat julukan sebagai pemenang atau juara, waow...tentu saja hal ini akan sangat menggembirakan. Namun, apa jadinya jika sebaliknya ada kicauan burung yang sampai ke telinga memberikan cap kalau diri ini sebagai plagiat. Waduh, jangan sampai deh. Asli, sangat ngeri dan memprihatinkan mendengarnya.

Membaca goresan dari seorang teman, saya sepakat. Adanya habituasi dalam mengikuti sebuah tantangan, bukan berarti menaklukkan. Akan tetapi, muara yang diharapkan justru terasa lebih manis ketika kita dapat menjadikannya sebagai ajang peningkatan kualitas karya.

Bangga dengan karya sendiri memang sangat wajar. Saya percaya dan tidak memungkirinya, manakala rasa itu juga dapat menghinggapi siapa saja. Hanya saja, kita memang tetap perlu mengingat bahwa di balik rasa bangga atas kepopuleran nama itu, pastinya ada kisah atau sejarah yang tak pantas jika dilupakan begitu saja. Sukses itu membutuhkan orang lain juga. Nah, dengan tidak melupakan hal itu, setidaknya kita tidak akan merasa malu untuk menjadi pribadi yang tetap bersahaja.

Ayo, kita tetap semangat untuk terus berkarya. Bukan untuk mencari nama tapi biarkan karya-karya kita yang akan menghantarkan nama kita untuk menjadi saksi bahwa kita pernah bisa. Salam literasi.

Bilik Senyap, 23-01-2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post