Tak Sekadar Menulis
Tak Sekadar Menulis
Oleh: Ruby
Seiring gencarnya gema literasi yang kerap kita dengar, selaku insan yang ingin maju dan berkembang kompetensinya, sudah selayaknya jika menulis dan membaca dijadikan sebagai kebiasaan atau kebutuhan. Gemar membaca menjadi kunci untuk membuka jendela dunia. Lalu, bagaimana dengan kegemaran menulis?
Menulis tak ubahnya dengan berbicara. Hanya saja pola tuangnya yang berbeda. Terlepas dari media yang digunakannya, menulis tentunya lebih banyak berkaitan dengan goresan kata-kata yang bermakna.
Sebenarnya, menulis dapat dilakukan oleh siapa saja. Termasuk bagi para pembaca yang setia mengikuti tulisan-tulisan sederhana saya. Ya, menulis apa saja, yang penting dapat terbaca dan berguna untuk kemaslahatan bersama.
Banyak ragam alasan ketika seseorang menuliskan sebuah kata atau kalimat. Ada yang menjadikannya sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan, mendokumentasikan kegiatan, menyampaikan pesan, atau sekadar menyalurkan kegemaran. Bahkan ada pula yang tak segan-segan melakukannya sebagai pembiasaan untuk menebar kebaikan.
Alasan apapun yang disampaikan oleh seseorang, tentunya tidak perlu diperdebatkan. Namun, tak ada salahnya jika tulisan-tulisan yang kita torehkan tetap memperhatikan kelayakan sehingga enak untuk dinikmati banyak orang. Layak dan tidak layaknya sebuah tulisan, baik yang tertuang di atas lembaran kertas atau layar media sosial memang tergantung pada selera pembacanya.
Idealnya, kalau kita ingin menorehkan tulisan yang nyaman untuk dibaca, minimal penulisan kata dan penggunaan tanda baca terhindar dari kekeliruan. Kenapa? Ya, saya yakin para pembaca sudah tahu jawabannya. Tulisan yang tertera dengan semestinya, akan memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari si penulis kata. Kadang-kadang, sedikit saja terjadi ketidaktepatan huruf atau tanda baca, ternyata dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda. Itu sebabnya, teliti sebelum mengunggah sebuah wacana biasanya menjadi hal prioritas yang perlu saya lakukan.
Berulang kali membaca dan membaca, sambil memperbaiki ketika ada yang belum sesuai dengan kaidah, menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan antara menulis dan membaca. Oleh karena itu, manakala kita menyuratkan segala sesuatu dengan tulisan berarti perlu melibatkan aktivitas membaca pula. Baik sebelum maupun sesudah menuliskannya. Semoga teman-teman penulis dan pembaca juga setuju dengan buah pikiran yang sederhana ini. Jadi tidak sekadar menulis saja tanpa kejelian dalam mengunggahnya. Salam literasi.
#petuahdiri
Bilik Senyap, 31-01-2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
