IMPAS
IMPAS
Oleh: Ruby
Menelusuri jalan di antara hijaunya tanaman perkebunan, membuat gumpalan-gumpalan di langit kepala serasa terurai begitu saja. Sepanjang jalur kenangan, hawa sejuk kuhirup sembari mengabadikan panorama indah yang tampak di depan mata.
Dalam tatap yang sedikit tersamarkan, selintas gagasan muncul berkelindan menggoda angan. Rupanya, ia ingin segera dironce menjadi ungkapan-ungkapan bergaya kesahajaan.
Sebuah perjalanan yang penuh lika-liku, memang dapat memunculkan keasyikan di balik ketertinggalan. Secercah harap untuk mencapai titik tujuan pasti ada dalam pikiran. Namun, untuk menemuinya tidak selalu mulus sesuai keinginan.
Ada kalanya hambatan-hambatan muncul di tengah proses pencapaian. Cuaca mendung berawan yang memayungi luasnya hamparan, sesekali akan memperlambat laju untuk segera sampai pada dimensi perangkuhan. Demikian pula dengan aktivitas-aktivitas lain yang harus segera terselesaikan. Apalagi jika di dalamnya membutuhkan kelancaran jaringan internet atau sinyal.
Kerap ditemui, sederet urusan tertunda akibat terputus saluran di tengah-tengah kesibukan. Ketika di perlintasan tiba-tiba membuntang sebutir rintangan, maka selaku pribadi yang mengaku telah tumbuh menjadi makhluk yang berkatagori dewasa, mestinya tidak akan mudah berkeluh kesah. Apalagi hingga sibuk berputar-putar mencari kambing hitam.
Bergerak cepat dalam pusaran waktu yang kian mendekati batas ketentuan, bukan berarti bebas menerjang apa saja yang dilaluinya. Tergesa-gesa pun bukanlah sikap bijak yang perlu ditonjolkan. Setiap persoalan pasti ada penyelesaian. Tinggal bagaimana keterampilan tiap-tiap diri mengelola kesempatan dan keterbatasan yang ada.
Ketika sejumput ilusi ingin teraih sesuai target yang telah ditentukan, ada baiknya kalau sejengkal demi sejengkal langkah diayunkan terlepas dari tabiat gemar menunda-nunda. Walau awak sedang berada di atas lintasan yang luas dan lengang, namun ketika luangnya waktu dan kesempatan kerap terabaikan, maka risiko menyempitnya pintasan tidak mustahil akan mengemuka dan menutup pintu logika. Benar dan tidaknya anggapan tersebut, bolehlah kita saling berbagi cerita di sini. Salam literasi
#petuahdiri
Bilik Senyap, 14-02-2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
