HEBOH LAGI
HEBOH LAGI
Oleh: Ruby
Berkomunitas di dunia maya ternyata ada sedap-sedapnya juga. Apalagi jika anggotanya teman-teman semasa duduk di bangku sekolah. Pokoknya, banyak cerita yang mewarnai dalam setiap komunikasinya. Tak pelak, canda tawa pun kerap muncul seiring komentar lucu yang dilontarkan.
Malam itu, sebelum beranjak untuk menyulam mimpi di atas pembaringan, aku menyempatkan diri membagikan secuil goresan. Ya, sekadar untuk berbagi kebaikan dan menyambung keakraban. Ternyata, tidak kusangka-sangka masih ada teman yang belum meninabobokan dirinya.
Kiriman coretanku ternyata langsung direspon oleh salah satu teman. Lantas muncul teman lainnya. Kemudian, aku berbalik menanggapi. Selang beberapa saat, hadir lagi dua, tiga, dan banyak teman hingga semakin ramai suasananya. Bahkan, saat ditayangkan rekaman video oleh teman senior yang berparas manis, aku terkekeh sendiri.
Akting-akting mereka sungguh luar biasa ketika memerankan lakon "Tilik Yayang". Super lucu, asli. Dengan dialek khas ngapak dan logat basa penginyongan, tampak sekali kehangatan mereka saling menyemangati dan menasihati agar tetap jaga makan dan jaga kesehatan.
Ada Tuniyah, Ijah, Muslimah. Tidak ketinggalan pula Nunung yang selalu tampil cantik dan Tarmi dengan kharismanya dalam mengordinir setiap kebersamaan. Dalam olahan terampil tangan si Iroh, dialog pun mengalir deras dengan alur apa adanya khas anak-anak SMP yang sudah mulai memasuki usia senja. Maaf ya, cukup kusebut nama karena setahuku saat berseragam biru putih belum ada yang berstatus ibu-ibu atau bapak-bapak. Apalagi kakek nenek.
Andai saja bisa ikut bergabung saat itu, tentu saja gelak tawaku akan terdengar oleh mereka. Ya, meski hanya sempat mengikuti warta mereka dari group WA saja tetapi cukup terhibur juga rasanya. Saling berkirim salam dan bertegur sapa lewat udara tidaklah mengapa. Yang penting satu sama lain masih bisa saling berkabar dan bertukar pengalaman.
Soleh, Sugeng, Samsul, Rasmun, Imam, dan Yudiman sering juga turut meramaikan percakapan di atas layar maya. Uminah yang selama ini bersembunyi di balik nama yang tak kukenal, akhirnya ngaku juga. Untung si Anah, Tutit, Karti, Susi, dan Watini tak ketinggalan nimbrung dalam celotehan sehingga suasana semakin heboh spontan tercipta.
Betapa senangnya memiliki teman yang saling peduli dan saling memahami satu sama lain. Kadang ketika pikiran sedang jenuh dengan bertegur sapa sejenak dengan mereka ternyata dapat melarutkan angan untuk kembali mengenang masa-masa bersama dalam keluguan.
Rekaman ngapak-ngapak yang bikin terpingkal-pingkal, ketika semakin dinikmati memang semakin membuat bibir tak bisa mengatup dalam diam. Seolah, perut ini mau bergetar saja walau tak tersentuh tiupan pun tabuhan. Lanjut ya ceria bersamanya. Heboh, heboh yang penting persaudaraan semakin kental. Asal jangan sekental lumpur hitam yang membuat tubuh jadi belepotan. Hahaha....wis yoooo. Hebohnya ditunda untuk esok lagi.
Bilik Senyap, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan